Archive | Traveling (Jalan Jalan Yukkkk …..) RSS feed for this section

Bali (26 – 30 sept 2017)

15 Nov

Postingan setelah 10 bulan ga mengisi blog ini… Selain sibuk menjadi Ibu, aku juga sibuk dengan aktivitas sehari2 seperti memasak, crafting, olahraga, dan juga nonton drama Korea dan alhasil jadi jarang menulis lagi deh …

Kali ini aku mau membuat postingan mengenai perjalanan aku dan keluarga kecilku ke Bali pada tanggal 26 – 30 September 2017 lalu.
Walau sempat dibuat tegang dengan situasi Gunung Agung, tapi kami tetap memutuskan untuk pergi juga ke Bali. Puji Tuhan semua berjalan baik, walau dalam perjalanan banyak rencana yang gagal dikarenakan si kecil yang sakit dalam perjalanannya yang pertama kali.

 

DAY 1 @Bali

Sesampainya di Bali pada pukul 09.00 hal yang pertama kami lakukan adalah makan. Dan berdasarkan hasil googling dalam daftar makanan yang wajib dicoba adalah “sate babi bawah pohon” (mohon maaf ya bagi yang tidak mengkonsumsi B2, harap jangan dicoba ya). Pilihan makanan yang kami coba ini tidak salah, benar saja satenya sesuai ekspektasi, enak dan sedikit pedas. Di nasi biasanya akan diberikan sedikit garam dan rawit hijau dan dengan tambahan garam dan cabe rawitnya membuat satenya makin nikmat (sambil nulis sambil ngeces deh). Aku suka banget dengan sate ini, tapi untuk sate lilitnya aku kurang suka. Selain enak harga sate ini terjangkau, hanya dengan 30rb saja sudah kenyang.

IMG_20170926_095206.jpg

Nah dalam list tujuan wisata pertama sampai Bali setelah makan adalah mengunjungi Dream Museum Zone, tapi gagal dikarenakan suamiku membeli tiket secara online dan tiket baru bisa digunakan keesokan harinya. Jadinya tujuan wisata pertama yang aku buat sudah gagal. (minta di pentung itu orang).. Karena tidak jadi ke DMZ akhirnya kami membeli oleh2 dulu di Kresna karena bingung dengan list yang sudah berantakan dihari pertama. Biasanya kebanyakan orang membeli oleh2 di hari terakhir kunjungan, tapi kami malah membeli oleh2 di hari pertama. Setelah dari Kresna yang letaknya hanya diseberang Hotel, kami memutuskan untuk check in dulu ke Hotel sambil menunggu sore. Kami tiba di Hotel pukul 12.00 tapi tidak diijinkan check in dan baru bisa check in pada pkl 14.30 .. Karena anak sedang batuk parah dan badan sedikit hangat makanya kami memutuskan untuk check in terlebih dahulu. Tapi sayangnya kami harus berakhir dengan beristirahat di lobby. Anakku sampai tidur siang di bangku lobby dan baru terlelap 5 menit jadi terbangun dan muntah karena batuk parah.. Akhirnya anak kami tidak jadi tidur siang deh..

Untungnya saat check in kami mendapatkan upgrade kamar dan kami mendapatkan kamar dengan fasilitas ruang tamu. Suasana di kamar sangat nyaman dan senang sekali bisa mendapatkan fasilitas yang baik. Oh ya kami menginap di Ramada Sunset Road Kuta. Lokasi nya strategis dan dekat sekali dengan Kresna dan indomaret dan diseberang Hotel juga ada yang menjual makanan khas Medan dengan harga yang cukup terjangkau.

Berikut pemandangan dari balkon kamar kami. Kolam renang ada 2. Kolam renang yang atas berdekatan dengan restoran.

IMG_20170926_164349.jpg

Berhubungan kondisi si kecil yang kurang tidur, maka rencana yang tadinya aku mau mengunjungi Pantai Kuta (sea turtle society) untuk mengajak si kecil melepaskan penyu tapi terpaksa aku cancel lagi menimbang si kecil batuknya parah sekali dan takutnya terpapas angin terus menerus membuatnya jadi semakin parah. Jadi hari pertama kami di Bali hanya berakhir di Kresna dan Hotel saja.

 

DAY 2 @Bali

Hari ke 2, yang seharusnya diawali dengan mengunjungi pasar Sukowati akhirnya harus di cancel karena si Hubby yang komplen dan akhirnya setelah di timbang2 akhirnya aku batalkan deh ke pasar Sukowati. Akhirnya aku mengambil tempat wisata selanjutnya yaitu monkey forest.

Dari Monkey forest aku berencana ke hidden canyon beji buwang namun kembali di cancel dikarenakan ngeri membawa anak kecil di tempat yang kata Driver kami harus ditempuh dengan jarak yang cukup jauh dengan berjalan kaki. Batal lagi batal lagi deh… Dan dari Hidden canyon yang rencananya aku ingin mengunjungi Pantai Lebih juga akhirnya dibatalkan dikarenakan katanya Pantainya kurang bagus dan ombaknya besar.. Karena bingung akhirnya aku memutuskan ke Pantai yang di depan Genius Cafe. Kalau berdasarkan info dari google sih nama pantainya Mertasari. Seharusnya kami mengunjungi Pantai Mertasari di hari ke 3.

Sebelum mengunjungi Pantai Mertasari kami mengunjungi Rumah makan babi guling Ibu Oka. Letak rumah makan ini agak dalam dan harus melewati gang sempit namun tempatnya sangat nyaman dan pelayannya ramah2. Rasa dari babi guling ini juga lumayan dan harga perporsinya kalau tidak salah 50rb an.

Pukul 14.00 siang terik dan panas kami bermain di pinggir Pantai. Si kecil sibuk bermain pasir dan aku sibuk berteduh karena tidak kuat berjemur kelamaan dan aku jadi sakit kepala. Kali ini gantian aku yang tepar. Aku sampai 3x muntah karena sakit kepala.

Saat kami mengunjungi Pantai Mertasari sedang dalam keadaan kurang bersih, banyak rumput laut berserakan di pinggir Pantai, tapi airnya cukup biru dan pasirnya berbatu-batu, sehingga cukup membuat anak kami minta di gendong terus tanpa mau menginjak Pantai. Tadinya kami mau bermain di depan Genius Cafe yang katanya pantainya bersih banget dan adem, tapi ternyata kami harus berjalan terus dari tempat kami sampai bertemu dengan Genius Cafe. Tapi apa boleh buat karena kami tidak tau letak cafe nya jadinya kami gagal mengunjungi Pantai di depan Genius Cafe.

Karena sakit kepala yang tidak kunjung hilang akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Hotel dan beristirahat sejenak dan kemudian makan malam. Kali ini kami makan malam di “Bakmi Bandung” yang terletak di Jl. Teuku Umar no 230

Kebetulan kedai Bakmi Bandung adalah milik kerabat saya, jadinya sambil makan kami sekalian berkunjung juga. Selain menyediakan bakmi dan mie hijau, di Kedai tersebut juga menjual mie, kwetiau, nasi dan bihun goreng. Rasanya enak, aku suka dengan mie gorengnya dan suamiku suka nasi gorengnya. Mie nya kenyal dan enak karena dibuat sendiri. Sehabis makan malam, sakit kepala ku hilang dan sebelum kembali ke Hotel kami dibungkusin mie dan kwetiau goreng… OMG di makan ngeri menggendut tapi ga dimakan ya mubajir.. akhirnya aku dan suami super duper kekenyangan malam itu.

 

DAY 3 @Bali

Hari ke 3 kami mengunjungi daerah Bedugul. 7 tahun yang lalu daerah Bedugul masih dingin dan segar, tapi kali ini tidak sedingin yang kami bayangkan. Hanya sejuk saja udaranya.
Sesampainya di daerah Bedugul, kami mengunjungi Danau Beratan yang sangat indah dan biasanya suka dipakai untuk lokasi Prewedding.

Tempat ini kurang disukai anak2, karena si kecil berkali2 minta bermain ayunan atau perosotan atau pasir. Untungnya ada taman kecil yang ada ayunan dan perosotan untuk anak2, jadinya cukup menghibur si kecil.

Dari danau Beratan, kami berencana berkunjungi di Strawberry stop namun sayangnya kami tidak bisa memetik strawberry disana karena sedang tidak ada buahnya. Driver kami, Pak Anom membawa kami ke Bali Strawberry dan kami sekalian makan disana. Tadinya aku ingin mengunjungi ladang Marigold (padang bunga gemitir), namun kami mencari di google map dan tidak menemukan lokasinya. JAdinya rencana ke ladang bunga Marigold pun batal deh dan kami langsung ke Bali Strawberry. Pemandangan saat makan di Strawberry Bali ini sangat indah, kita bisa melihat daerah pegunungan. Rasa makanan disana tidak terlalu special tapi jus strawberry nya enak.

Setelah makan, kami mengajak si kecil memetik buah strawberry dengan harga 70.000 per Kg. Si kecil suka sekali dengan pengalaman memetik strawberry, namun sayangnya udara sangat tidak bersahabat, sinar mataharinya terik sekali. Selain terik, saat itu juga sedang tidak banyak buah strawberry, jadinya kami memetik buah strawberry tidak sampai selesai. Gantian si Hubby yang melanjutkan memetiknya.

Karena hari masih tergolong siang, kami melanjutkan perjalanan kami dari Bedugul menuju Tanah Lot. Sebenarnya sih aku malas ke tanah lot, tapi ya sudah dari pada bingung mau kemana dan tidak ada tujuan, jadinya ya sudah akhirnya kami pergi juga ke Tanah Lot.

 

DAY 4 @Bali

Hari ke 4 di Bali kami hanya berkunjung di Pantai Nusa Dua di siang hari. Tidak banyak hal yang kami lakukan disana, cuma duduk sebentar, sementara si kecil asik bermain pasir. DI Nusa Dua rata2 di kunjungi oleh bule2, sehingga jarang banget ada turis lokal, kalaupun ada ya masih kalah jumlahnya dengan bule. Akhirnya ya tanpa berlama2 disana, akhirnya kami berkunjung saja di Pantai Pandawa.

Memang sih Pantai Nusa Dua jauh lebih bagus dan bersih, tapi entah kenapa aku lebih merasa comfort bersantai dan bermain air di Pantai Pandawa. Di Pantai Pendawa, aku menyewa kursi seharga Rp. 50.000 untuk 3 jam. Jadinya sambil mengawasi si kecil main pasir, aku bisa ngadem dan duduk santai sambil menikmati pemandangan.

Yang kurang asik dari Pantai Pandawa ini adalah kamar mandi nya yang alakadarnya saja, dan agak terlalu ramai pengunjung, selebihnya sih oke..

DAY 5 @Bali

Hari ke 5 merupakan hari terakhir kami di Bali. Jadwal penerbangan kami adalah pukul 3 sore, tapi Suami ku type orang yang sukanya buru2 kalau urusan ke Bandara. Jadinya karena waktu yang tidak banyak, aku putuskan mengunjungi Museum 3D yang tadinya ingin aku kunjungi di hari pertama.

Tempat berfoto di Museum 3D ini cukup banyak dan kami menghabiskan waktu 1 jam  di dalam. Buat yang hobby banget foto mungkin bisa lebih lama lagi, tapi karena aku bawa anak kecil dan menurut si kecil tempat yang asik adalah yang ada playground atau bisa main air atau pasir, jadinya si kecil cepat sekali bosannya berada di dalam museum 3D ini…

Harga tiket masuk ke Museum 3D jika membeli langsung ini Rp. 100.000 per orang, tapi karena anakku belum genap 3 tahun maka masih free. Untungnya kami membeli tiket online, jadi lumayan kami bisa hemat 40% deh,…

Habis dari DMZ (dream Museum Zone) akhirnya kami mencari makan siang, kalau gak salah akhirnya aku balik lagi ke sate babi bawah pohon, beneran aku suka dengan rasa satenya jadinya aku balik lagi kesana. Dan setelah makan siang, kami segera menuju ke Bandara dan selesai sudah deh liburan ala keluarga kami. Dan habis liburan, saatnya kembali mengencangkan ikat pinggang karena January ini si kecil sudah mulai Sekolah..

Sementara begitu dulu ya postingan ini, perginya sudah sebulan lebih tapi baru di posting sekarang, jadinya banyak yang lupa lupa deh…

 

 

Advertisements

Bangka Session 2

17 Apr

Pada tangal 9 – 13 April llau, aku kembali ke kampung halamanku di Bangka. Ya walau tujuan utamanya untuk menemani Mama sembayang Kakek yang sudah meninggal sbulan yang lalu, tapi kami sempat menikmati wisata ke Pantai Parai. Pada bulan maret lalu kami belum sempat kesana saat pulang ke Bangka, jadi saat ada kesempatan, aku meminta Tanteku untuk mengantar kami kesana. Sudah lama sekali aku tidak mengunjungi Pantai Parai, salah satu Pantai terbaik yang ada di Bangka. Walau sudah tidak seindah saat aku kesana di jaman waktu masih duduk di Sekolah Menengah, tapi Pantai Parai masih memiliki daya tarik tersendiri, salah satunya adalah view laut yang indah dan ada jembatan panjang, serta juga ada fasilitas permainan jet ski dan banana boat serta kolam renang. Pokoknya jika sedang ada di Bangka, ini merupakan salah satu pantai favoritku.



saa

 

Bagus ya, foto diambil tanpa di edit. Pasir dan airnya masih cukup jernih, walau tidak sejernih dulu.
Di bawah ini merupakan jembatan panjang, tapi sayang tidak dirawat jadinya sudah agak terlihat kusam, dan batu-batu di sebelah kiri terlihat sangat berantakan.

kl

 

Walau pantai ini bersih, tapi sayangnya kami tidak dapat menemukan keong atau siput disana.

Oh ya untuk masuk kesana kita cukup membayar Rp. 25.000 per orang dan jika ingin berenang di kolam renang biaya yang dikenakan adalah Rp. 30.000,- ya untuk view secantik ini sudah tergolong murah.

 

ZCx

 

 

Pada saat SMP dulu aku pernah berfoto di tempat ini juga.

zasdas

 

Lihatlah airnya bersih dan jernih ya… Rasanya ingin sekali berenang tapi sayangnya kami tidak membawa baju hahaha, padahal banyak juga loh yang berenang disana.

ad

 

Ahhh jadi pengen kesana lagi,,.,…

asasasas

 

Wah ada yang lagi mancing nih hahahah…

asw

 

Foto diambil saat sore hari, jadinya agak terlihat gelap. Tapi dibandingkan Pantai Tanjung Pesona, di Parai lebih bersih dan tidak ditemukan banyak sampah.

sasa

 

Setelah ini, kapan ya aku bisa kembali lagi ke Bangka. Jika tidak ada halangan sih rencananya lebaran imlek tahun depan kami sekeluarga besar ingin pulang ke Bangka dalam rangka 1 tahun kakek meninggal. Ya jika tidak ada halangan kepengen sekali bisa kumpul disana bersama keluarga besar.

Buat teman-teman yang sedang ingin berwisata tapi belum menemukan tempat yang ingin dituju, coba deh ke Bangka. Banyak banget pilihan Pantai yang bisa kalian kunjungi dan untuk kuliner yang paling dicari adalah B2 panggang, tapi sayangnya rasa B2 panggang saat ini tidak seenak jaman dulu. Selain itu juga ada kerupuk dan getes. Oh ya untuk kerupuk yang paling enak adalah merk Tjokro, aku sekali makan kadang sebungkus bisa kuhabiskan sendiri. Keluarga kami merupakan pecinta kerupuk. Selain kerupuk matang juga ada kerupuk mentah ( harus di goreng). Salah satu ole ole khas Bangka adalah kerupuk, getes dan siput gung-gung. Tapi sudah lama banget aku tidak mencicipi siput gung-gung. Dulu saat ke Bangka kami suka makan disana.

Oh ya di Bangka juga ada tempat jajanan seperti di Jakarta, tapi aku lupa dimana lokasinya. Disana menjual banyak makanan dan minuman, asik juga buat nongkrong yang lagi pacaran.
Selain itu disana juga banyak kedai bakmi, tapi sepertinya sih rata-rata bakmi nya tidak halal hehehe… Tapi selain bakmi, banyak juga kok masakan padang dan kedai bakso. So buat yang penasaran, sooook silahkan kunjungi Bangka.

GOD BLESS YOU
AJA AJA FIGHTING !!

 

Wonderful Bangka

21 Mar

Bulan February terlewatkan tanpa membuat postingan… belakangan jadi jarang banget nge-blog.. hehee 🙂
Ya pada bulan Feb lalu aku menginap di rumah Mama-ku dikarenakan Papa Mama sedang dalam kondisi kurang sehat, jadinya aku menginap untuk membantu mereka deh dan saat akan kembali ke rumah eh Papa diharuskan pulang ke Bangka karena kondisi Kakek yang saat itu sedang sakit parah, jadinya aku menginap di Pondok gede selama 11 hari, heheh jadi ingat masa-masa masih single dulu.

Pada tanggal 6 – 11 Maret 2014 lalu aku sempat berkunjung ke Kampung Halaman selama beberapa hari saja. Aku tiba di Bangka pada tanggal 6 Maret pukul 9 am untuk melihat keadaan Akung (Kakek) kesayangan kami yang sedang kritis dan tapinya pada keesokannya 7 maret 2014 pukul 09.40 Akung menghembuskan nafas terakhirnya dan menjadi moment yang sedih tapi juga melegakan karena kami tidak tega melihat beratnya perjuangan terakhir Akung selama hidup. Melihatnya sesak nafas dan tidak bisa makan minum dan menahan sakit di sekujur tubuhnya membuat kami tak berhenti menitikan air mata Hmmm… mengingat kejadian itu jadi bikin sedih lagi 😦 hikzz…. miss Kung-Kung so much… Semoga Kung Kung mendapatkan tempat terbaik di Surga. Amin.

Hmmm skilas crita dibalik perjalanan ke Bangka yang sudah 7 tahun terakhir tidak aku kunjungi. Setelah 7 tahun tidak mudik akhirnya di tahun ini aku kembali juga kesana. Awalnya aga ragu juga sih karena aku tidak ingin melihat Kung-Kung menghembuskan nafas terakhir yang nantinya akan memberikan kenangan sedih, tapi ya karena ini merupakan saat-saat terakhir Beliau jadinya aku memutuskan untuk pulang ke Bangka juga.

Perjalanan ke Bangka walau hanya sebentar tapi membuatku kembali ke Jakarta dengan kondisi kulit yang sedikit menghitam. Aku juga bertemu dengan beberapa teman masa dulu yang kini menjadi gelap gulita kulitnya hehe…
Sayang sekali Bangka yang indah sekarang telah berubah menjadi pulau yang hancur karena sisa pengerjaan pengerukan timah, jadinya kalau dilihat dari atas banyak sekali danau buatan sisa pengerukan timah yang tidak di timbun kembali.

Tapi walaupun demikian, Bangka merupakan tempat dengan pemandangan yang sangat indah apalagi dengan pantai-pantai yang tersebar di berbagai tempat, dari Pantai Tanjung pesona, Parai, Matras, Pasir Padi, Pantai Tikus, Rambak, Teluk Uber, dan masih banyak lagi pantai lainnya yang ga akan puas untuk dikunjungi.

Berikut ini foto-foto yang sempat aku abadikan dengan handphone, sayang ga punya kamera profesional jadinya fotonnya tidak sebagus aslinya 🙂

1Pantai Tikus / San Lochu
2Airnya masih biru dan bersih

3

Pantai Tikus merupakan salah satu yang terbaik yang aku kunjungi. Aku memfoto pemandangan dari atas Kuil, sayangnya karena waktu yang mepet dan kondisi yang panas membuat saudara-saudaraku malas untuk turun ke Pantai, jadinya aku hanya bisa menikmati pemandangan dari atas Kuil.

4

Lautnya biru cantik sekali ya,… Andaikan kami tidak takut hitam pastinya kami sudah turun ke bawah hehe

5Pantai Tanjung Pesona

6

Pantai Tanjung Pesona dan Parai merupakan salah satu wisata yang menarik di Bangka, sayangnya aku tidak sempat mengunjungi Pantai Parai dalam kesempatan kali ini. Aku heran saat mengunjungi Pantai Tanjung pesona kenapa sekarang menjadi banyak sampah berserakan. Kenapa ya penduduk sangat tidak sadar akan kebersihan lingkungan, dan parahnya lagi ada yang membuang oli di pasir dan membuat pasir menjadi terlihat kotor sekali… Hmmm… *geleng geleng* bikin emosi jiwa…

7Pantai Rambak

8

Pantai Rambak tergolong salah satu Pantai yang paling bersih. Pasirnya masih Putih dan airnya sangat jernih, tapi sayangnya Pantai ini masih belum dibenahi menjadi salah satu wisata seperti di Parai atau Tanjung Pesona.

9

Foto diambil pada waktu sore hari dan sudah aga sedikit gelap. Sayang aku kurang pandai dalam fotografi, jadinya aku tidak bisa menghasilkan foto yang bagus deh… Tapi percaya deh, pantai ini asli bagus dan bersih hehehe….

10My beloved Appa & Omma @ Pantai Romodong Belinyu

12

Pantai Romodong ini juga pantai yang sangat bagus dan masih bersih, tapi letaknya agak jauh dari pusat kota. Jika ditempuh dengan mobil tanpa macet bisa menghabiskan waktu skitar 90 menitan smp 2 jam kurang untuk menuju kesana.

11

Bagi pecinta Pantai aku suggest untuk mengunjungi Pulau Bangka, karena banyak banget pilihan pantai untuk dikunjungi dan yang pasti Pantainya ga kalah indah dengan Pantai di Bali. Buat yang ingin mencoba Jet ski atau Banana Boat bisa mengunjungi Pantai Parai dan untuk Hotel juga tersedia disana. So tunggu apalagi? Buruan visit Bangka….


GOD BLESS YOU
AJA AJA FIGHTING !!

 

Singapore

20 Jul

안녕하세요………

Setelah 6 bulan tidak bekerja, akhirnya pada tanggal 6 – 11 Juli lalu aku di beri kesempatan untuk mengunjungi Singapura – Genting dan Kuala Lumpur bersama keluargaku. Ya intinya sih aku diajak supaya bisa memandu Mama, Pho-Pho, Tante dan anak-anaknya selama di Singapur dan Malaysia, padahal bahasa Inggris ku juga ga sangatlah jago 🙂

Tapi ya daripada di rumah juga bosan, so aku decide untuk ikut dalam perjalanan tersebut. Sebenarnya aku aga malas berpergian tanpa suami, selain itu aku juga lagi dalam program mutihin kulit hahaa.. setelah 6 bulan gak banyak berjemur alhasil kulitku agak putihan, tapi dikarenakan 6 hari jalan-jalan eh sekarang kulitku malah jadi lebih hitam. Sunblock nya dibawa tapi malah lupa dipakai… hayaa… pulang pulang jadi hitaman deh kulitku, terutama daerah wajah dan leher jadinya belang sama badan… hikkkxxxxxx……….

Oh ya aku berada di Singapur hanya selama 2 hari saja, jadinya tidak terlalu banyak tempat yang aku kunjungi selama disana. Dan modal aku selama disana adalah peta MRT dan tanya-tanya orang keliling. Dan dengan modal itu di hari ke 1 akhirnya aku bisa mengunjungi Singapore river, merlion park, esplanade dan garden by the bay dan pada hari ke 2 kami mengunjungi orchard road – Lucky plaza dan Sentosa island. Kami tidak memiliki kesempatan untuk bermain di Universal Studio dikarenakan kami ke Singapur disaat weekend. Untung saja tiket USS nya belum kebeli, ga kebayang deh ngantrinya jika sudah kubeli tiketnya. Masuk sentosa island saja orang-orangnya sudah berjubel, apalagi yang masuk ke USS.. bisa stress antrinya deh.. huuuh…

Agak disayangkan sih sudah ke Singapur tapi ga bisa ke USS, tapi apa boleh buat karena rencana vacationnya dibuat agak dadakan jadinya ya sudah deh jadinya yang penting aku membawa mereka mengunjungi beberapa tempat wisata yang banyak dikunjungi orang-orang selama disana.

Berikut aku share peta MRT di Singapur yang aku dapatkan dari Mr. Google.

mrt_lrt_system_map_current_05-09

Cara membaca peta MRT ini tergolong mudah kok, contohnya nih waktu kemarin aku menginap di daerah Chinatown dan aku ingin mengunjungi Orchard Road dan Sentosa Island, maka dari Chinatown aku menaiki MRT jalur Ungu dan setelah melewati stasiun Clarke Quay dan Dhoby Ghaut, maka aku turun di Dhoby Ghaut (intersection) dan aku pindah ke jalur merah dan menuju ke Somerset dan Orchard. Setelah turun dari stasiun, maka kita tinggal membaca petunjuk yang ada didalam, cari saja arah exit dan setelah keluar MRT maka kita akan menemukan pusat perbelanjaan disepanjang Orchard Road. Tapi karena tujuan kami kesana bukan untuk belanja, so kami hanya lihat-lihat saja dan makan di Lucky Plaza.

Untuk menuju ke Sentosa. kami naik MRT jalur merah dari Orchard dan kembali ke Dhoby Ghuat, dan setelah itu kami pindah kembali ke jalur ungu (turun di stasiun Dhoby Ghuat) dan setelah itu menaiki MRT jalur ungu kami menuju ke Harbourfront (tempat perhentian jika ingin ke Sentosa Island). Dari Harbourfront kami turun dari MRT dan masuk ke Mall dan tinggal mencari petunjuk jalan menuju ke Vivo City. Kami berjalan kaki dari Mall menuju ke Vivo City, perjalanan cukup jauh tapi karena tempatnya bagus jadinya perjalanan terasa menyenangkan sekali. Setelah berjalan cukup jauh akhirnya kami membeli tiket masuk ke Sentosa seharga 1 dolar, atau bisa juga masuk ke daerah sentosa menggunakan kartu MRT Ez Link.

Oh ya ada pengalaman kurang menyenangkan saat akan masuk ke Sentosa. Karena aku tidak ada pengalaman, saat kami melihat counter tiket, so kami membeli tiket seharga 1 dolar tersebut. Dan dikarenakan bukan aku yang membeli tiket dan aku hanya diberikan struk senilai 10 dolar untuk 10 orang, so aku tidak tahu bahwa kami diberikan tiket kertas untuk masuk ke daerah Sentosa. Pikirku aku cukup menunjukan struk senilai 10 dolar tersebut ke penjaga, maka kami dapat masuk ke dalam. Tapi ternyata sesampainya disana, kami tidak menemukan penjaga. Dan setelah aku melihat banyak orang yang masuk ke dalam menggunakan Ez Link card, so aku mencobanya dan akhirnya kami berhasil masuk ke dalam. Setelah kami masuk ke dalam eh aku baru tahu jika kami diberikan karcis masuk, dan berhubung yang megang karcis tersebut tidak mendistribusikan tiket tersebut alhasil aku yang dimarahin deh gara-gara menyia-nyiakan 10 tiket masuk Sentosa yang belum terpakai. 😦

6Sedikit gambaran mengenai Singapur.

Oh ya saat dari Bandara menuju Hotel, kami menggunakan taksi dikarenakan kami membawa banyak koper dan agak sulit membawanya jika harus menggunakan MRT. Eitss tapi bukan berarti kalian ga bisa menggunakan MRT dengan bawaan koper loh, hanya saja aku mencari cara yang lebih simple saja.

Tarif taksi dari Bandara menuju ke Chinatown sekitar 25$ Sing atau sekitar 200.000 rupiah (kami menginap di Santa Grand Lai Chun Yuen Hotel). Untuk 1 taksi hanya boleh untuk maksimal 4 orang dewasa, jika membawa anak-anak maka diijinkan untuk 5 orang dengan campuran anak-anak dan orang dewasa.

Pengalaman paling buruk saat tiba di Singapur adalah saat mencari Hotel. Supir taksinya membawa kami turun tidak di depan Hotelnya langsung dan juga menginfokan kami arah yang salah yang akhirnya membuat kami kudu mondar mandir keliling sambil membawa ransel. Penduduk Singapur cukup ramah, saat aku menanyakan arah Hotel, mereka dengan ramahnya membantu kami, bahkan sampai ada Uncle yang menelphone ke Hotel untuk menanyakan arahnya buat kami. Setelah kitar-kitar cukup lama akhirnya kami menemukan Hotel kecil tersebut. Walau kecil tapi tarif Hotel tersebut semalamnya menghabiskan sekitar 1jutaan. Kamarnya cukup sempit dan kurang nyaman, tapi pelayanan di Hotel tersebut cukup baik. Mungkin dikarenakan aku pergi saat high season, makanya harga kamarnya cukup mahal.

Saat mengunjungi Singapur, jangan lupa ya ke Garden by the bay… Disana adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat ke Singapur. Daerah garden by the bay sangat luas dan jika dijelajahi dengan berjalan kaki, dipastikan kaki anda akan gempor. Untuk masuk melihat-lihat taman saja kita tidak perlu membayar tiket, tapi jika mau masuk ke Flower Dome atau Cloud Forest maka kita harus merogoh uang yang cukup lumayan. Untuk masuk ke flower dome seorang dikenakan charge 16$ sing dan untuk anak-anak harganya lebih murah, tapi aku lupa tepatnya berapa (antara 11-13$ sepertinya).

4Bunga-bunga di flower dome.

Pemandangan di dalam flower dome ya isinya bunga-bunga yang cantik. Ya namanya saja sudah flower dome, isinya pastilah bunga hahha….. Setelah kami masuk ke flower dome, ada 1 lagi kesalahan yang kami lakukan. Yang ingin kami kunjungi adalah Cloud Forest, bukanlah flower dome. Kami berpikir bahwa flower dome dan cloud forest adalah 1 tempat yang tersambung dengan jembatan, eh ternyata malah tempat tersebut adalah 2 tempat yang berbeda. Ya dikarenakan kaki sudah pegal berjalan dan tenaga sudah cukup terkuras, akhirnya kami tidak jadi melanjutkan untuk masuk ke cloud forest.

3

Oh ya info tambahan, tadinya aku ingin mengunjungi taman avatar di garden by the bay. Lihat gambar sebelah kanan, diatas ada jembatan untuk melihat taman yang cantik. Sebaiknya jika ingin mengunjungi taman avatar bagusnya dilakukan pada malam hari saat lampu-lampu di taman tersebut dinyalakan. Berhubung di Singapur hari mulai gelap diatas pkl 19.40 an, so kami mengurungkan niat kami mengunjungi taman tersebut, lagi-lagi plan yang sudah kubuat menjadi gagal. Susahnya perjalanan membawa anak kecil ya begitu deh, jalan sedikit sudah lelah dan minta pulang, ya karena aku ga pergi sendiri jadinya ya sudah deh kami pulang ke Hotel juga sebelum perjalanan selesai. Sayang sekali sih aku ga sempat menyaksikan keindahan taman avatar tersebut di malam hari. Next time saja deh aku akan berkunjung kesana dengan si Hubby, tapi tentunya nanti setelah kami memiliki anak dulu.. hehe karena lagi mau program hamil, jadinya dalam waktu dekat tidak akan ada perjalanan keluar negeri lagi deh.

Oh ya untuk melihat-lihat daerah taman yang luas, jika dilakukan dengan berjalan kaki, maka pastinya kita ga akan sanggup, so disana ada shuttle car dengan harga 5$ seorangnya dan dengan harga tersebut kita akan dibawa selama 15-20 menit perjalanan keliling taman. Tamannya sih bisa dibilang masih kalah cantik dengan Taman Bunga Nusantara Puncak, tapi yang menjadi daya tariknya adalah taman avatar dan beberapa taman dalam ruangan yang terletak di dalam garden by the bay ini.

1

Oh ya letak garden by the bay letaknya tidaklah terlalu jauh dari Marina bay. Sebelum ke garden by the bay kami mengunjungi Singapore river terlebih dahulu dan ke merlion park dan esplanade. Dikarenakan kaki sudah cape juga jadinya dari esplanade kami menggunakan taksi menuju ke Garden by the bay. Walau dekat tarif taksinya berkisar 7$.

Kami sih tidak mengunjungi marina bay selama disana, kami hanya melihatnya dari kejauhan saja hehehe… Si Mama kepingin banget bisa naik ke puncak untuk melihat pemandangan diatas, tapi dikarenakan waktu yang terbatas jadinya kami belum sempat kesana.

2

Sebenarnya aku ga kepingin mempublish foto semasa aku lagi over weight. Tapi ya karena ada beberapa foto yang aga ga terlihat wajahnya jadinya aku publish aja deh hahaha….
Aku cukup kagum dengan negara Singapur yang bersih dan rapih. Jalanannya sangat menyenangkan untuk dilewati dengan berjalan kaki mengitari tempat wisata, hanya sayangnya udara disana sangat panas, sama juga sih kayak disini hahaha…. Andaikan Singapur memiliki udara kayak di Puncak atau Genting, pastinya lebih seruh deh jalan2nya hahaha…

5

Perjalanan hari ke 2 lebih banyak kami habiskan di Sentosa Island. Saat disana kami sempat minta seorang bule memfoto kami, eh karena bulenya cukup ramah malah aku jadi mengobrol dengannya dan yang lain malah minta foto dengannya hahah… Anak-anak Tanteku sudah duduk kecapean jadinya mereka sibuk-sibuk sendiri, sementara kami sibuk foto-foto.

Kalau ke Sentosa jangan lupa ya menyaksikan pertunjukan Song of The sea. Pertunjukan tersebut dimulai pukul 19.40 dan 20.40 (saat hari mulai gelap). Ini sedikit aku share mengenai gambaran song of the sea.

s-1

Menurutku pertunjukan Song of the sea keren banget. Harga tiket masuknya 10$ untuk yang standart dan 15$ untuk yang premier. Aku kurang tahu bedanya apa sih antara yang standard dan premier, soalnya saat masuk ke dalam aku mendapatkan posisi duduk di tengah dan paling depan pula… Hehehe… Oh ya yang menonton pertunjukan tersebut sangat ramai sekali, ada hampir 500 orang dalam 1x pertunjukan saat itu. Pertunjukan tersebut hanya berlangsung selama 20-25 menit saja. Sebentar sih tapi cukup seruh untuk disaksikan.

Selesai dari Sentosa, akhirnya kami kembali ke Hotel. Dan keesokannya pagi-pagi kami harus melanjutkan perjalanan dengan bus menuju ke Genting. Kami membeli tiket bus secara online dari startmart bus dengan harga 37.7$ seorangnya. Perjalanan dari Singapur menuju Genting membutuhkan waktu sekitar 7 jam 30 menitan. Lama sekali perjalanan dan ada 2x pengecekan imigrasi selama dalam perjalanan. Tapi untungnya tempat duduk di bus cukup nyaman, jadinya perjalanan tersebut tidaklah terlalu melelahkan dan bahkan Mamaku tidur nyenyak banget di Bus.

Sekian dulu sharingnya mengenai trip ke Singapur, nanti dilanjutkan lagi ya trip ke Genting dan Kuala Lumpur… hehehe…

Happy Sunday…
God love you

Aja Aja Fighting !!!

Jajan dan belanja di Korea

3 Aug

안녕하세요….. Chingudeul….

Sebenarnya sudah lama mau nge-post tentang hasil hunting beberapa barang yang sempat saya beli selama di Korea. Namun sayangnya tidak semua sempat di foto barangnya.. 😦 dan lagian kami juga tidak belanja banyak, karena barang disana cukup mahal dan dana kami juga terbatas hehehe, jadinya kami lebih banyak berwisata kuliner menikmati jajanan disana dan beli camilan ini itu dan minumannya, so alhasil seminggu disana berat badan naik 2Kg… huaaa…aa….aaa….aaaa…..aaaaa…….

Bagi yang penasaran dengan barang-barang dan perkiraan harga disana, berikut saya share sedikit barang yang sempat saya beli. Maaf ya saya tidak hunting banyak barang, jadi sedikit saja info yang bisa saya berikan.

Berikut ini adalah gambar uang Korea yang kurs-nya sekitar 1000 won = Rp. 8.400 – 9.000,-
Waktu April 2012 lalu kurs-nya masih 8.4

KOSMETIK 

Ini adalah kutek produk the faceshop yang harganya relatif murah (ada yang 1.000  dan ada juga yang 2.000 won). Warnanya bagus dan soft, sesuai dengan kulit wanita Korea yang putih bersih. Harga kosmetik sebangsa etude, vov, atau faceshop di Korea tidak terlalu mahal. Untuk harga kosmetik Etude disana setara dengan harga kosmetik revlon disini lah. Cuma kalau disini harga etude bisa 2.5 – 3x lipat lebih mahal.


Nah ini adalah masker wajah dan masker mata. Masker wajah harga satuannya 1.000 won (Rp. 8.400) dan masker mata kalau tidak salah 500 Won (Rp. 4.200) saja. Harga masker wajah disini bisa mencapai 25.000 – 30.000 kalau beli di counternya. Oh ya aku juga ada membeli masker mata dari faceshop, sayang tidak ada fotonya. Harganya cukup mahal, 3.300 won / pack.
Selain membeli masker, aku juga ada membeli 7 pcs BB Cream. 3 bb cream etude untuk ole-ole dan 4 bb cream (2 faceshop dan 2 skinfood) untuk kupakai sendiri. Untuk harga bb cream nanti akan dibahas di bawah.
Kalau disini mau mendapatkan harga yang lebih murah mungkin bisa dibeli di online shop, namun aku tidak tahu apakah barang yang mereka jual adalah barang asli atau tidak.

Mascara ini aku beli saat sedang melihat lihat di Nature Republic store yang berada seberang di Jeju Grand Hotel (kalau tidak salah). Karena di depan Hotel banyak terdapat toko-toko kosmetik, maka aku dan suami coba jalan kesana. Pada malam itu aku nekat hanya mengenakan  jaket, bawahan jeans dan sandal jepit saja. Alhasil setelah keluar dari pintu Hotel, jari-jari kaki terasa beku dengan udara dingin dan hembusan angin yang bertiup…. Fiuh,… kukira udara tidak sedingin yang kubayangkan. Karena ga tahan dingin, so kami hanya berjalan-jalan sebentar saja. Oh ya harga mascara ini 11.000 won jika tidak salah.

Blush on ini merupakan titipan temanku. Kebetulan fotonya ada dan ku upload saja deh skalian. Harga-nya sekitar 5.900 won /pcs. Murah ya…. Aku sudah banyak blush on, jadinya aku tidak membelinya. Sebenarnya sih tertarik, cm daripada mubajir, so harus bisa menahan diri… 🙂

Peeling cream ini sebenarnya yang mau kubeli adalah yang bentuk tube. Namun dikarenakan aku tidak menemukan produk yang kugunakan sebelumnya, jadi aku ditawarkan produk ini. Oleh penjaga counter, aku ditawarkan cream satu ini. Teksturnya lebih mirip lotion. Saat dioleskan ditanganku dan digosok-gosokan, eh kulit matinya pada copot (entah kulit mati atau daki ehehe).. akhirnya daripada gak ketemu yang diinginkan, aku beli juga deh peeling cream ini. Harganya 13.500 won. Anyway warna cream itu bukan pink, cm efek foto jadi berubah deh..

Skinfood masker ini harganya aku lupa kisaran berapa. Bon juga sudah tak tau kemana, tapi yang jelas dibawah 100.000 lah.

Bb cream ini kubeli untuk pemakaian pribadi. Aku sudah mencoba bb cream yang ginseng and i love it. Harga bb cream skinfood yang mushroom 13 USD, faceshop ginseng 16 USD, Faceshop yang ungu 19 USD dan skinfood yang kecil 7 USD. Sorry ya aku sesuaikan harga dengan yang tertera di counter, aku membayarnya dengan won, tapi aku tidak tahu dihitung berapa jadinya kalau dalam mata uang won, soalnya bon nya sudah pada hilang dan yang aku ingat hanya harga dalam USD.

Bedak tabur di rumah sudah mau habis, lalu kuputuskan untuk membeli produk the faceshop ini. Aku lebih banyak membeli produk the faceshop selama disana. Harga bedak ini 14 USD. Saat ini sih belum aku pakai bedaknya karena bedak yang lama belum habis. Tapi yang jelas aku cukup menyukai produk faceshop.

PERNAK PERNIK

Bagian ini adalah bagian favoritku. Membeli pernak pernik seperti sendok, sumpit, kotak nasi Korea adalah salah satu incaranku sebelum tiba di Korea. Harganya berkisar dari 1.000 won sampai 10.000 won yang aku beli. Untuk mangkuk nasi nya harganya 2.000 won (aku membeli 3 pcs. Tadinya 1 pcs mau aku jadikan ole-ole, tapi karena mau kupakai untuk keluarga di rumah akhirnya ga jadi deh ahhahaha) , sumpit 5 pasang harga 5.000 won, sendok + sumpitnya 1.500 won / pcs.

Oh ya ada kejadian menyebalkan juga, ada 1 pasang sumpit yang kehilangan sebelahnya. Sayangnya aku hanya ada 1 pasang saja dan sebelahnya hilang oleh pembantu di rumah huuuuaaa… padahal baru 3 hari kukeluarkan sehabis pulang dari liburan, masa sudah hilang, mana sumpit itu lebih panjang dibandingkan sumpit lainnya… ahhhhh kesel setengah mati. Andaikan saja disini ada jual yang sama, pasti hati jadi senang lagi. Kenapa ga yang sama aja sih yang hilang… kenapa harus yang hanya 1 itu yang hilang… huaaaa…… nyesel kenapa ga beli banyakan hiiikzzz   Grrr…… kesellllllllllllllllllllllllll……. hehee *curcol deh.. haha

Sendok dan garpu kecil ini sangat lucu, makanya aku tertarik untuk membelinya. Harganya cukup mahal, ada 4 item seharga @ 3,000 won yang kubeli dan 1 pcs yang paling besar seharga 4.000 won/pcs. Untuk sendok yang digunakan hanya untuk pajangan menurutku sudah mahal. Namun karena aku menyukainya, jadi kubeli juga deh. Belum tentu besok-besok aku bisa menemukan sendok selucu ini.

Harga sendok set ini relatif lah. Untuk 1 kotak (isi 2 pasang sumpit + 2 sendok) yang kotak silver, aku beli seharga 5.000 won dan yang kotak gold, sendok khas Jeju Island (bawahnya ada ukiran patung khas Jeju) harganya 10.000 won. Cantik ya sendok Jeju nya… Aku suka banget degh….

Ini adalah perfume doll bottle… Sepasang boneka ini kujadikan pajangan di rumah. Tadinya niat untuk ole-ole, tapi karena cantik, akhirnya dijadikan pajangan saja deh di rumah. Botolnya wangi juga.. (Ya iya namanya juga perfume doll bottle heheheh….). Oh iya harga pajangan ini 4.000 won / set.

Setelah beberapa bulan majang di lemari rumah, akhirnya perfume doll botol ini diminta juga sama yang nitip. Bukan nitip sih, tapi request dibelikan. Ya karena harga ga terlalu mahal, ya sudah buat ole-ole saja. Tau gitu aku beli 2 pcs deh.

Anting-anting yang kubeli di Myeong Dong. Bentuknya cantik cantik dan menarik, dan yang terpenting harganya murah. Berdasarkan info dari tour guide local disana, di Myeong Dong banyak menjual barang made in China. Tapi sih jika tidak salah aku sempat membaca bahwa ada tulisan made in Korea, makanya kubeli deh ini anting-anting untuk ole-ole dengan harga 1.000 won / set … hehe murah juga untuk ole-ole.

Sarung tangan special yang kubeli di Seorak San yang saat itu masih ditutup salju. Udara saat itu sangaaaat dingin. Sebenarnya kami membawa sarung tangan juga, namun karena sulit mengeluarkannya dari koper kami terpaksa membeli sarung tangan yang dijual di pinggir jalan. Harga sarung tangannya 5.000 won, huuuu mahal juga… padahal kalau beli di abang abang harganya 10.000 saja hehehe… kualitas pun tak jauh beda hahaha…

Pouch / dompet kecil ini kubeli karena lucu. Aku membeli 2 warna : merah dan biru. Yang biru kujadikan ole-ole. Harganya 3.000 won untuk 1 pouch. Pouch ini kupakai untuk menaruh bedak dan eye shadow hehe…

Gantungan kunci ini harganya 5.000 won dan isinya 10 pcs. Bentuknya cantik-cantik deh.

Gantungan kunci ini aku beli di Jeju island. Banyak banget bentuknya, harga satuannya 1.000 won. Sayangnya gantungan kunci ini tidak tahan banting, punya Mama ku jatuh dan pecah gantungan kuncinya… sayang deh… huhuhu….

Sebenarnya aku tidak membutuhkan tissue selama disana. Namun karena kecintaanku pada Korea, akhirnya aku iseng saja membeli tisue ini. Harganya jika tidak salah 5.00 – 1.000 won / pack.

Ada banyak barang yang kubeli dan belum sempat di foto, soalnya sudah keburu di distribusikan dulu hehe… br sampe bandara aja uda ada teman yang nagih ole-ole hehhe… Oh ya aku juga ada membeli sebuah kaos berwarna merah dan ada tulisan Korea and lambang bendera nya. Harganya 10.000 won, bahannya adem dipakai.

Selama disana aku tidak hunting baju dikarenakan tubuh wanita Korea langsing – langsing dan badanku rada melar. Aku hanya ada membeli beberapa pcs kaus murah yang harganya 5.000 – 10.000 won. Yang 5.000 won itu made in China, kalau yg 1o.000 won sih buatan Korea. Harga barang Korea relatif mahal-mahal, tapi jika chingudeul ingin membeli barang asli Korea bisa membeli di Dongdaemun di gedung utamanya jika tidak salah. Harga barang disana hanya bisa di tawar 5 – 10% saja, and jika bisa mendapatkan diskon 20% berarti hebat sekali yang nawar (itu info dari local guide setempat). So jangan coba tawar 50% dari harga yang dikasih ya.. ingat Dongdaemun bukan Mangdu heheh….. 😛

Jika chingudeul ingin mendapatkan harga barang yang lebih murah, maka coba kunjungi Myeongdong. Disana banyak menjual barang made in China dan harga relatif lebih murah. Cuma ya kalau dipikir-pikir disini juga banyak barang made in China, so jauh jauh ke Korea sayang juga jika tidak membeli produk asli negara setempat. Ya walau hanya mampu membeli 1 pcs tidak apa-apalah, yang penting ada kenangan selama disana.

CAMILAN 

Upss… kecap ikan ga masuk dalam kategori camilan. Siapa juga yang mau nyamil kecap ikan yang amis? hahaha… tapi daripada ga jelas masuk kategori mana, so aku masukan kesini saja deh…

Kecap ikan ini kubeli saat belajar membuat kimchi. Harganya 4.000 won dan di lotte mart kelapa gading ternyata ada dijual juga. Ahhh capeee deh jauh-jauh dibeli disana, berat juga taunya ada dijual disini hahaa…

Kalau sekilas melihat gambarnya, kukira ini adalah biskuit oreo. Eh ternyata dalamnya coklat bertabur seroihan biskuit oreo. Rasanya seperti toblerone putih + oreo.. enak…. Harganya jika tidak salah 1.000 won.

Coklat khas jeju ini aku beli di Jeju, soalnya di Seoul harganya sudah beda. Dan kalau ke jeju jangan lupa membeli coklat rasa buah ini. Coklat ini merupakan salah satu khas Jejudo. Harga 1 pack 10.000 won dan isinya 4 bungkus. Dalam 1 bungkus berisi 8 potongan coklat. Rasanya ya coklat dengan aroma buah…

Juhi adalah makanan yang banyak dijual di Korea. Baik yang bungkusan atau yang baru diolah. Nah yang aku beli adalah yang bungkusan ini. Harganya 1 bungkusnya 7.000 won. Juhi ini kami beli di toko ole-ole sebelum kami ke airport.

Kalau melihat bungkusannya, kukira ini adalah kacang. Eh ternyata ini permen isi kacang. Karena ga ngerti tulisan hangul jadinya banyak salah beli barang deh.. aku bisa sedikit membaca tulisan hangul, namun tidak mengerti hahaa

Coklat Ghana ini dibeli oleh suamiku untuk ole-ole. Aku sendiri ga mencicipi rasa coklat ini. Coklat Ghana ini aku beli di salah satu supermarket di Korea. Oh ya chingudeul jika ke Korea ikut tur jangan lupa ya mampir ke supermarket sebelum pulang ke negeri tercinta untuk membeli ole-ole seperti permen, coklat, atau snack kecil, soalnya jika ikut tur biasanya chingudeul akan diajak ke tempat khusus yang menjual ole-ole dan harganya mahal-mahal. Ya memang barang-barang yang dijual beda dengan yang di supermaket, tapi ya jika mau lebih berhemat mendingan beli barang-barang kecil di supermaket. Jadinya saat tiba di toko ole-ole chingudeul tidak perlu membeli banyak barang lagi dan barang yang dibeli sebelumnya sudah bisa di packing dulu… 😛

Tips :

1. Jika ke Korea, usahakan jangan disaat musim panas, karena disini saja sudah panas. Bagusnya ke Korea saat musim semi (april – mei) atau saat gugur (Oktober – november) saja. Saat musim semi dan gugur, Korea akan dipenuhi bunga-bunga yang indah dan udaranya juga dingin, so asik banget deh jadinya. Dan bagi yang gak tahan dingin, jangan coba-coba kesana saat winter. Soalnya musim semi saja udara sudah sangat dingin, apalagi saat winter and seluruh kota dipenuhi salju, ga kena flu aja uda bersyukur banget.

2. Saat berbelanja di duty free jangan lupa membawa dan menunjukan passport saat membayar, supaya barang kita tidak dikenakan pajak. Jadi lumayan kan bisa hemat sedikit.

3. Saat disana, cobalah berbagai makanan dan cemilan khas sana, soalnya kalau uda balik sini kan kita ga bisa nyobain lagi. hehehe

4. Penjaga toko di Korea tidak seramah disini. Aku ada dimarahin sama penjaga toko saat aku sedang memilih baju dan tanpa sengaja bajunya keinjek (padahal baju itu aku mau beli) dan oleh penjaga aku diteriakan “hei…. hei!!!… dengan muka jutek dan baju yang kupegang diambil olehnya. Lalu aku bilang saja ” i’ll buy this” dan entah apa orang itu ngerti atau tidak, akhirnya dia mundur walau mukanya masih jutek. Untuk kali ke dua, saat di myeong dong aku membeli 2 pcs baju dan ditunjuk-tunjuk untuk ambil plastiknya sendiri. Aku tidak mengerti orangnya ngomong apa, karena aku ga ngerti bahasa mereka. Akhirnya aku coba ambil plastiknya dan tanganku ditahan oleh penjaga kasir dengan muka jutek, lalu dia menunjukan tulisan bahwa kita harus membayar 100 won untuk plastiknya. Aku ga liat disana ada tulisan, lah wong pake bahasa Korea, mana aku ngerti. Sebel juga sih digituin, kita kan ga terbiasa membayar plastik , eh bukannya dibantu malah dijutekin… Tapi karena aku cinta banget sama Korea, jadinya ya sudah, aku tidak mau sakit hati hehehe….. *napunno ajumma* hahaha….

5. Sebelum berpergian, catatlah list barang yang mau dibeli dan ole-ole untuk siapa saja yang harus dibeli. Dengan begitu kita tidak akan membeli barang secara berlebih dan mubajir.

6. Siapkan uang won secukupnya, jika menukar uang dengan kurs disana harganya sudah cukup berbeda.

Sekian dulu review tentang tips dan sedikit harga barang di Korea. Siapa tau chingudeul ada rencana mau ke Korea dan kalau belanja kan kadang kita ingin tau harganya dulu, kalau tidak jadi beli tidak enak jika sudah menanyakan harganya hehee.. Jadi dengan sedikit mengetahui kisarannya, jadi saat nanti chingudeul kesana sudah ada persiapan sebelumnya… Oh ya kalau ada yg mau ke Korea mauu titip dunk belikan sendok dan sumpitnya hahaha….

Untuk harga makanan dan camilan lebih detail lagi.. chingudeul bisa melihat di bahasan mengenai kuliner di Korea. Tapi dikarenakan kami mengikuti tur, untuk makanan rata-rata sudah termasuk dalam paket tur nya, jadi saya tidak mengetahui harganya. Tapi untuk beberapa harga camilan bisa di cek disini :
https://shinhyoaeippeo.wordpress.com/2012/04/13/wisata-kuliner-di-korea/