My Pregnancy, My miracle

9 Feb

Hi… sudah lama aku ga sharing mengenai pengalaman hidup. Tapi kali ini yang mau aku sharing merupakan pengalaman yang akan memberi semangat buat temen2 lainnya yang sedang program hamil. So, disimak ya perjalananku dan kehamilanku yang merupakan anugerah terbesar dan merupakan mujizat yang sudah Tuhan buat dalam hidupku. Tulisan ini sudah aku buat dari saat aku sedang hamil, tapi tambah ini tambah itu dan sekarang deh baru bisa di publish.

Berikut kisahnya… disimak ya kalau rajin bacanya heheheh…🙂

Tahun 2014 adalah tahun dimana pintu yang tertutup akan dibukakan, demikian hal yang disampaikan oleh gembala sidang kami Pdt. Ir. Niko Njotorahardjo. Saat mendengarkan firman tersebut, wah aku langsung minta ke Tuhan Yesus kalau 2014 adalah tahun dimana aku akan menjadi orang tua. Walau sebenarnya ga 100% percaya, tapi aku mengimani apa yang disampaikan gembala sidang. Aku pun mengimani dalam hati kalau aku akan hamil segera dan batas waktunya ya 31 Desember aku sudah harus punya baby.

January, february, maret… mens masih saja datang dan aku sudah mulai putus harapan. Aku sudah pasrah dan tidak mau bny berharap. Harapanku sisa bulan April, kalau sampai masih mens juga berarti kemungkinan besar tahun 2014 akan berlalu sebelum aku menjadi Mama. Ya tapi karena 3 bulan tersebut sudah berlalu tanpa hasil, so aku sudah tidak mau banyak berharap. Tapi ternyata Tuhan berkata lain, di bulan April ini aku belum kedatangan tamu bulanan.

Pada tanggal 21 Maret 2014 merupakan menstruasi terakhir-ku di tahun 2014. Dan buat yang sudah menikah telat menstruasi merupakan hal yang baik tentunya (Seharusnya), tapi juga membuat sebagian orang deg-degan cemas juga. Dan setelah itu seharusnya aku mendapatkan mens kembali di 19 – 21 April, namun tamu bulanan tersebut tidak kunjung datang. Kebetulan menstruasiku tergolong yang lancar, jika tidak mengkonsumsi obat hormon biasa mens ku pastinya lancar saja.

Setelah menunggu 1 minggu harap-harap cemas antara hamil atau tidak, aku memutuskan untuk mencoba tespack saja. Ya setelah di test ternyata hasilnya negatif. walau agak kecewa tapi aku memutuskan untuk bisa menerima kenyataan. Sebelumnya karena sudah setahun lebih (dari february 2013) aku berhenti dari pekerjaanku untuk program hamil, so aku putuskan untuk mulai mencari pekerjaan lagi dan sudah mulai meminta rekomendasi dari teman-teman juga. Telat mens sudah biasa aku alami semenjak aku mengkonsumsi obat hormon, namun belakangan sebelum aku hamil aku sudah tidak mau mengkonsumsi obat kesuburan ataupun obat hormon & mens ku lancar kembali seperti biasa siklusnya 28 – 30 hari. Sebelum kehamilanku yang ke-3x, aku hanya mengkonsumsi air rebusan air kemangi dan setiap pagi aku membuatkan jus tomat yang aku campur susu + madu dan extra virgin olive oil untuk suamiku (jus tomat dipercaya dapat membuat sperma menjadi lebih bagus). Oh ya bagi yang belum membaca kisahku sebelumnya, FYI saja aku sudah pernah 2x keguguran (okt 2011 dan mei 2012) dan saat itu belum diketahui penyebabnya apa.

Setelah telat 1 minggu dan menunjukan bahwa hasilnya negatif, aku menjalani aktivitasku seperti biasa. Dan pada tanggal 2 Mei 2014, aku berencana akan mengunjungi kediaman sepupuku dan kami memutuskan untuk nge-mall. Namun pagi sebelum aku berangkat, aku iseng saja mencoba testpack kembali, karena pada hari itu telatnya sudah 2 minggu. Lalu saat aku testpack dengan one med (testpack murah), awalnya menunjukan 1 garis lalu aku bilang dalam hati, ah sudah tau lah pasti ga hamil, tapi setelah beberapa detik kemudian mulai muncul garis merah samar kedua. Aku spontan kaget dan berkaca-kaca. Dalam hati aku mengatakan ” Tuhan jangan bercanda dong, ini ga lucu” (kalau seandainya testpacknya salah) dan aku menggoyang-goyangkan hasil testpack tersebut karena takut ada kesalahan, padahal sigh ga ngaruh juga mau di goncang atau tidak hasilnya tetap sama🙂

Setelah melihat 2 garis, aku buru-buru menyelesaikan mandi-ku dan segera membangunkan si Hubby yang masih tidur. Rencananya aku minta diantar ke rumah sepupu-ku sebelum si Hubby ngantor. Nah setelah melihat hasil 2 garis, si Hubby ga menunjukan reaksi senang or apa, wajahnya biasa saja (mungkin karena masih ngantuk). Aku bahagia plus cemas juga sih karena ini kehamilanku yang ke-3 dan kalau gagal lagi seperti pengalaman sebelumnya, aku ga tau harus bagaimana. Tapi aku sudah bilang ke Hubby, kalau sampai 3x gagal, aku ga akan mau hamil lagi dan aku malas dengan kekecewaan yang harus aku hadapi jika harus mengalami keguguran kembali.

Karena hasil testpack sudah positif, akhirnya Hubby tidak mengijinkan aku pergi ke rumah sepupuku. Dan batal deh jalan-jalan hari itu dan aku langsung bedrest seharian itu sambil menunggu Hubby pulang kantor dan kami akan mengunjungi dokter kandungan. Aku mendapatkan rekomendasi dari saudara-ku mengenai salah satu dokter di RSIA di PIK, akhirnya aku memutuskan untuk mempercayakan kehamilanku pada Dokter Gahrani Chen yang di rekomendasikan oleh salah satu kerabatku. Sebelumnya aku sudah pernah menggunakan 2 dokter yang pasiennya teramai di RSIA tersebut, namun kurang cocok denganku, mungkin karena pasien mereka yang sudah kebanyakan, jadinya mereka tidak terlalu concern dengan masalahku. Selain ke Dokter, aku juga sudah pernah berobat ke Sinse di Glodok yang 1x kontrol saja aku menghabiskan uang 2.2 – 2.4juta untuk obat hanya seminggu, tapi smua tidak ada hasilnya.

Pada tanggal 2 Mei 2014 malam, kami mengunjungi Dokter GC dan setelah usg perut dan usg transvaginal, ternyata rahimku kosong, tidak di temukan adanya kantong kehamilan ataupun janin. Lemes deh aku dan suami. Kejadiannya mirip dengan kehamilanku yang ke-2.
(Sedikit flashback ) :Bedanya saat hamil ke 2, aku menunjukkan hasil testpack ku ke Dokter “R” tapi beliau ga mau mengatakan aku hamil atau engga walau testpack 4 pcs menunjukan hasil + dan Dokter R juga menyuruhku aktivitas biasa saja dan suru menunggu setelah telat mens 2 mingguan baru kembali lagi. Aku mengatakan ke Dokter R kalau aku pernah keguguran dan beliau juga yang menangani peoses kuret-ku. Tapi ya beliau tetap pada pendiriannya untuk memintaku aktivitas biasa dan aku ikuti saja sarannya, aku tetap bekerja. Saat itu aku masih bekerja dan setelah pulang dr RS ternyata ada pendarahan, aku pikir itu mens. Aku pikir sia-sia ke dokter R ternyata mens datang juga, tapi kenapa testpacknya +. Aku pikir hanya kesalahan testpack. Dan pada 2 hari setelahnya saat sedang bekerja, perutku terasa sakit sekali dan aku memutuskan untuk menemui dokter kandungan lain di daerah Menteng dan aku berkonsultasi dengan DR. J dan dari hasil dr. J mengatakan kalau aku positif hamil namun sudah keguguran karena nyatanya kantung kehamilanku sudah terbentuk tapi ga ada isinya karena sudah pendarahan dan sakit perut. Aku dan suami cukup shock, kami mengira kalau aku tidak hamil tapi ternyata aku sudah keguguran lagi😦

Nah pada kehamilan ke 3 dengan kejadian yang mirip dengan kehamilanku yang ke-2, Dokter GC memastikan kalau aku benar positif hamil walau saat di USG rahimku masih kosong. Menimbang aku pernah 2x keguguran, beliau memintaku untuk bedrest selama seminggu sebelum jadwal kontrol berikutnya dan aku diminta untuk memeriksakan kekentalan darahku. Beliau menduga aku ada kekentalan darah, namun aku ga begitu yakin karena setelah keguguran ke 2 aku pernah memeriksa kekentalan darah dan hasilnya negatif, yang artinya darahku normal saja. Tapi ya daripada nanti kejadian ga enak, akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti saran Dokter. Walau tes darah cukup mahal, tapi ya kami harus lakukan juga demi menjaga kelangsungan kehamilanku.

Setelah tes darah dilakukan ternyata benar darahku kental, aku cukup kaget juga sih. Aku tidak menyangka kalau aku akan mengidap darah kental. Mama-ku marah dan mengatakan kalau aku tidak bisa menjaga asupan makanan dan suka makan asin makanya darahku bisa kental. Tapi kenyataannya tidak seperti itu, kekentalan darah ini bukan disebabkan oleh makanan yang aku konsumsi. Nyatanya, jika aku hamil, maka aku akan mengalami kekentalan darah tapi setelah melahirkan, darahku akan normal kembali. Penjelasan secara medisnya aku kurang mengerti sih, tapi ya bisa dibilang ini seperti bawaan hamil karena kelainan genetik yang disebabkan 50% dari aku dan 50% dari suami (kalau ga salah ya hahaha….)

Pada kunjungan ke 2, yaitu pada tanggal 9 Mei 2014 yang merupakan hari ulang tahun suamiku yang ke 34, aku merasa sedih, karena saat seminggu bedrest tersebut aku mengalami flek juga bahkan sudah flek keluar darah merah (jika flek coklat, masih sedikit aman). Kami tidak bisa merayakan ulang tahun suami dan juga harus menerima kabar sedih kalau aku akan keguguran lagi yang ke-3x (itu yang ada dalam pikiranku). Biasa saat berulang tahun, aku dan suami akan pergi makan berdua dan setelah itu baru pergi makan bersama keluarga, namun tahun ini tidak bisa kami lakukan. Suamiku mengatakan, ya sudahlah jika memang hasilnya nanti tidak seperti yang diharapkan, kita bisa apa, berserah aja kata suamiku untuk menghibur.

Dalam perjalanan ke RS, sambil kami membawa hasil tes darahku, sepanjang perjalanan aku merasa kuatir dan jantungku deg-degan sekali karena aku pasti yakin akan mendengar kabar buruk. Walau tegang, aku berusaha tenang, tapi tetap tidak bisa. Padahal saat awal kehamilan, stress atau tegang itu adalah hal yang harus dihindari.

Saat jadwal kami masuk ke ruangan untuk diperiksa, aku makin deg-degan. Dan saat di USG perut dokter GC sedikit berteriak “aa!!!”  dan aku spontan kaget dan bertanya “knapa Dok” dan Dokter berkata ini kantung kehamilannya sudah terbentuk. Lalu aku bilang kalau sudah terbentuk harusnya jangan teriak “aa…” dong, aku kan jadi kaget. Dokter hanya tertawa, karena beliau memang orang yang humoris. Aku dan suami sedikit tenang tapi juga masih was-was karena masih panjang perjalanan yang harus kami lalui ke depan. Walau ini baru permulaan, tapi kami tetap bersyukur.

Dan saat kontrol tersebut kami juga membawa hasil tes darah yang menunjukan adanya kekentalan darah, Dokter meresepkan obat pengencer darah untuk di minum dan juga obat pengencer darah yang harus dilakukan melalui jarum suntik… OMG di suntik merupakan hal yang paling aku benciiiii setengah mati. Tapi ya demi baby yang sudah kami nantikan, ya mau ga mau aku harus rela berkorban di suntik setiap hari demi kelangsungan kehamilanku dan keselamatan baby kami.

Dokter meresepkan obat Lovenox 0.6mg untuk di suntikan di perutku setiap harinya dan beliau juga memintaku untuk mengunjungi Dokter darah (hematologi) untuk berkonsultasi mengenai hasil tes darahku. Dan setelah mengunjungi dokter darah, yang ada malah aku diminta untuk mengecek ana profile, karena ditakutkan aku mengidap lupus. Waduh hilang deh semangatku mendengar dokter darah mengatakan hal yang demikian, sudah gitu tes darahnya harus di Prodia Kramat pula katanya supaya hasilnya keluar cepat. Aku sedang rentan hamilnya dan harus melakukan perjalanan ke Kramat pula, tapi ya tetap kami jalani juga demi baby kami. Setelah 2 hari kemudian hasil tes darah keluar dan menunjukan hasil negatif, berarti aku terbebas dari lupus. Haiz… Dokter hematologi nya bikin orang shock aja sih, sampai2 Mamaku ga bisa tidur karena takut kalau aku beneran kena lupus, bahkan Mama sampai mengunjungi salah satu anak temannya yang mengidap lupus untuk bertanya-tanya dan dari hasil ngobrol-ngobrol tersebut tidak ada satupun gejala lupus itu ada padaku dan itu sedikit membuatnya tenang dan sampai hasil tes darah keluar baru Mama benar2 bisa tenang.

Dan pada kunjungan ke 3 (16 mei 2014), kami membawa hasil tes ana profil ku dan dokter GC bingung mengapa aku melakukan tes darah untuk ana profile dan beliau juga mengatakan seharusnya aku tidak perlu melakukan tes ana profil. Walau ana profil ku menunjukan 1/100 tapi menurut Dokter GC sih seharusnya tidak perlu sampai periksa darah lagi, buang-buang uang aja katanya.

Oh ya.. Puji Tuhan, pada kunjungan ke-3 ini hasil usg menunjukan kalau kantung kehamilanku sudah terisi dengan janin, calon anak kami tercinta. Aku dan suami sangat senang melihat perkembangan yang baik. Ya memang tidak lepas dari rasa cemas tapi setidaknya kami melihat sedikit harapan akan adanya perkembangan baby kami.

Untuk mempertahankan kehamilanku, setiap malam (setiap malam loh… yang artinya setiap hari… ) aku harus disuntik obat lovenox yang 1 ampul nya saja kami beli dengan harga Rp. 237.000,- / pcs dan karena mahal sekali harganya, jadi kami membeli hanya untuk stok seminggu saja dan setelah habis baru beli lagi. Namun ternyata sulit sekali membeli obat tersebut dan suamiku harus mencari di beberapa RS untuk membelinya dan harganya pun naik menjadi Rp. 262.000 – 268.000,- / pcs. wah kebayang deh berapa banyak pengeluaran yang harus kami keluarkan setiap bulannya untuk mempertahankan kehamilan ini. Belum lagi di awal kehamilan kami harus mengunjungi dokter kandungan seminggu sekali dan setelah itu baru menjadi 2-3 minggu sekali, tapi kebanyakan sih 2 minggu sekali. Dan untungnya di bulan september, aku menemukan distibutor obat Lovenox yang di produksi oleh Sanofi (dokter GC menyarankan aku membeli obat langsung dari distibutornya), jadinya aku bisa mendapatkan obat dengan harga yang jauh lebih murah. Andai dari awal kehamilan kami membeli obat dari distibutor, pasti banyak juga uang yang bisa dihemat😦

Awalnya Dokter memperkirakan aku disuntik hanya sampai usia kandunganku 16 minggu, namun karena berat bayi tidak sesuai berat yang seharusnya, akhirnya Dokter memutuskan untuk melanjutkan suntikan. Aku mengalami nyeri perut, kontraksi, kurangnya air ketuban sampai usia kandunganku mencapai 5 bulan. Setelah diatas bulan ke-5 baru aku dan Dokter-nya bisa bernafas lega karena kandunganku sudah jauh lebih baik, kontraksi berkurang dan air ketuban juga sudah cukup banyak. Oh ya saat usia kandunganku 18 minggu aku juga ada mengalami flek selama 2x. Aku juga mengkonsumsi obat penguat kandungan sampai usia kandunganku 5 bulan. Banyak sekali komplikasi dalam kehamilanku.

Setelah dokter menyatakan kandunganku mulai aman, aku sudah mulai sedikit beraktivitas di rumah walau hanya mondar mandir di dalam rumah saja. Selama hamil, aku tinggal bersama orang tuaku, jadinya Mama ku yang merawatku selama hamil. Bersyukur banget aku punya Mama yang sungguh luar biasa dedikasinya dalam merawat aku selama hamil sampai aku melahirkan dan beliau juga yang membantu aku selama sebulan pertama merawat baby-ku. Oh ya selama hamil aku juga membatasi mengkonsumsi sayuran hijau yang mengandung zat besi tinggi karena takut darahku semakin kental dan takut nantinya malah harus disuntik 2x sehari. Dan aku rajin mengkonsumsi air kelapa muda supaya air ketuban bisa cukup dan banyak minum air putih, dan hasilnya pas bayiku lahir kulitnya bersih banget dan tidak ada kerak di kepalanya.

Setelah semuanya aman, aku mulai berani sedikit beraktivitas seperti memasak yang simple dan juga nge-mall untuk sekedar membeli keperluan rumah tangga, tapi tidak sampai kecapean. Pada minggu ke 22 kami melakukan USG 4D di RS. Family dengan Dr. Johan Widjaja dan semua hasil usg menyatakan hasil yang baik, Puji Tuhan, kami lega sekali mendengarnya dan kami pun mulai tenang. Setelah terlepas dari komplikasi (nyeri perut, kontraksi, kurang air ketuban, mual, nyeri lambung) kehamilanku selanjutnya berjalan baik dan lancar.

Minggu demi minggu aku lewati sampai saatnya untuk proses persalinan caesar yang aku pilih pada tanggal 23 Desember 2014, namun Tuhan punya kehendak lain, pada tanggal 15 Desember perutku sudah mulai terasa mules dan kontraksi. Akhirnya kami memutuskan untuk segera konsultasi dengan Dokter GC, dan ternyata memang sudah kontraksi banget dan aku harus menghentikan obat suntikan selama 2 hari sebelum menjalani proses caesar. Dan akhirnya pada tanggal 17 Desember 2014 aku melahirkan anak pertama kami. Senang dan lega rasanya. Rasanya tidak percaya dan aku tidak henti-hentinya berterima kasih atas anugerah yang Tuhan berikan buat keluarga kecil kami. Tidak sia-sia aku dan suami berdoa dan Tuhan menjawab doa-ku, bahkan suamiku juga sempat berpuasa cukup lama demi kelancaran kehamilanku. Kalau aku tidak ikut berpuasa, kan lagi hamil😛

Hmm… menjelang proses persalinan, aku sangat deg-degan, bahkan Mamaku tidak bisa tidur karena memikirkan aku, beliau takut aku kenapa-kenapa dalam proses persalinan. aku dari kecil sudah pobia dengan darah dan jarum suntik, aku sangat takut berhadapan dengan yang yang namanya suntikan, meja operasi ataupun cabut gigi dll.. anti banget deg sama gitu2an.. tapi karena sudah disuntik tiap hari selama hamil 9 bulan aku sudah mulai sedikit berani, tapi tidak sepenuhnya membuatku berani 100% dan aku tetap saja deg-degan apalagi saat akan disuntikan obat bius di tulang punggung, rasanya deg-degan dan takut, tapi ternyata smua bisa kulewati dengan baik. Tuhan telah memberikanku keberanian untuk melewati proses persalinan dengan baik dan lancar, tanpa campur tangan Tuhan pastinya semua tidak akan menjadi selancar ini.

Menjelang persalinan, aku memilih caesar dengan dibius total, namun Dokter GC menyarankan tidak perlu sampai bius total, sayang uang katanya. Dengan saran dan support dari Dokter GC bahwa proses operasi hanya sebentar dan tidak seram akhirnya aku memilih proses bius lokal, jadinya aku masih bisa berpikir dan mendengar secara jelas jalannya proses operasi. Membayangkan proses nya saja bisa membuatku deg-degan, aku takut jika sampai pingsan saat menjalani operasi (itu ketakutanku). Tapi ternyata prosesnya tidak seseram yang aku bayangkan, Dokter GC mengajakku mengobrol selama proses persalinan dan jadinya aku tidak memikirkan yang aneh-aneh. Dan aku pun di suru menyanyi mengikuti musik yang disetel selama proses persalinan berlangsung, karena aku minta dinyalakan musik rohani selama proses persalinan supaya aku tidak membayangkan proses pembedahan perutnya, jadi aku harus mengalihkan fokusku melalui musik dan mengobrol dengan dokter. Dan tanpa terasa tau-tau, selang tidak begitu lama setelah aku masuk ruang operasi, aku mendengar suara mendesis (sepertinya ketuban pecah) dan suara bayi menangis, lalu Dokter mengatakan bahwa bayiku telah lahir. Aku meminta Dokter membersihkan bayinya dulu sebelum memperlihatkannya padaku, karena aku takut melihat darah. Bayi kami lahir dengan panjang 50 cm dan berat 3.490 kg dan Dokter mengatakan Dahsyat sekali baby 37 minggu sebesar itu, tapi dengan perutku yang besar sekali, aku hanya mengeluarkan 1 baby dengan ukuran segitu heheh, orang orang mengira aku memiliki bayi kembar.

10486076_10152441633991516_4612714776835910655_nhahah kebetulan mirip Baymax ya… Perutku di foto atas saat usia kandungan 8 bulan. Besar sekali ya…

Oh ya temanku berkata, saat Dokter memperlihatkan bayi kami untuk pertama kali, pasti aku akan menangis, demikian kata temanku. Aku mengatakan ya membayangkannya saja sudah membuat aku terharu, pasti aku akan menitikan air mata melihat bayi kami yang lucu. Tapi kenyataannya, saat pertama kali Dokter memperlihatkan bayi kami, aku bukannya menitikan air mata, aku malah kaget dan bingung… loh kenapa baby ku wajahnya isinya pipi semua, bulat sekali seperti bakpao dan putih, aneh… hahaha… Aku sama sekali tidak menitikan air mata ataupun terharu, yang ada malahan aku jadi tercengang, tapi aku tetap memberikan kecupan pada anakku. Aku berpikir, apa ya pendapat Mama dan mertuaku melihat baby kami nantinya? Tapi ternyata aku baru tahu kalau bayi baru lahir memang penampilannya masih aneh dan nanti akan berubah seiiring berjalannya waktu. Dan sekarang anak kami sudah tumbuh menjadi bayi yang lucu dan menggemaskan.

CYMERA_20141222_150612

Lanjut ke cerita pasca operasi, selesai proses operasi Caesar (hari rabu), selama 1 hari pasca operasi aku diminta berbaring di ranjang dan keesokannya Dokter menyuruhku untuk turun dari ranjang dan jalan supaya mempercepat proses penyembuhan. Aku mengikuti saran beliau. Walaupun sakit tapi aku tetap memaksakan berjalan walau jalannya pelan pelan seperti orang habis di sunat (lah memangnya pernah di sunat? hahah)..
Pada hari sabtu aku sudah diperkenankan pulang ke rumah dan saat turun ranjang dan berjalan aku berjalan dengan santai tanpa rasa sakit berlebih. Bahkan sampai mertuaku menyuruhku jalan pelan-pelan saja jika sakit, lalu aku bilang bahwa sudah tidak sakit lagi bekas jahitannya. Dan aku juga diresepkan obat yang dimasukan dari anus untuk mengurangi sakit jahitan, tapi sampai di rumah obat tersebut sama sekali tidak aku gunakan karena sudah tidak sakit lagi bekas jahitannya… senang deh rasanya.
Saat di ruang asi, aku juga berkenalan dengan seorang Ibu, dia lebih hebat lagi dariku, saat hari ke 2 pasca operasi dia berjalan dengan langkah cepat, aku kira dia melahirkan dengan normal, namun setelah kutanyakan ternyata beliau menjalani operasi caesar dan juga ditangani oleh Dokter Gahrani.

Nah ini foto kami saat aku kontrol jahitan dengan Dr. Gahrani…
Ups pastinya pada heran melihat fotoku ini dibanding dengan foto di tampilan blog-ku..
hehehe jangan dibandingkan ya fotoku waktu gadis dan pasca melahirkan, pastinya beda bgt lah hehehe….

20141227_144906

Akhirnya selesai sudah penantianku setelah 2x keguguran dan setelah 4 tahun menikah. Sekarang aku sedang menikmati senang dan stress nya merawat bayi cantik kami saat dia tidak mau tidur saat malam hari atau subuh hehehe,dab bahkan sekarang bayi kami akan segera menginjak usia 2 bulan dan sudah mulai mau diajak ngobrol terus saat dia tidak tidur. Hmm… anakku aktiv sekali, kalau sudah bangun ga bisa diam kaki dan tangannya gerak terus, hmm smoga dia bisa tumbuh menjadi anak yang baik dan tidak nakal. Amin.

Demikian kisah perjalanan kehamilanku dan perjuanganku untuk mendapatkan anak. Perjalanan hidup setiap orang memang berbeda-beda, tidak semua yang kita inginkan bisa berjalan sesuai dengan harapan kita, tapi jangan pernah berhenti berharap dan tetap berdoa selalu. smoga ini bisa menjadi penyemangat buat teman-teman semua yang sedang berjuang dan berdoa untuk mendapatkan anak.

Jika dipikirkan. kehamilanku yang ke 3 juga merupakan mujizat, di awal kehamilan rahimnya masih kosong namun sudah ada flek coklat bahkan ada juga darah segar. Ditambah banyak komplikasi dalam kehamilan, apalagi nyeri perut, wah.. ngeri banget deh… lagi hamil kok nyeri perut dan kontraksi. Tapi aku sih percaya bahwa anak yang dipercayakan buat kami rawat merupakan anugrah dari Tuhan dan merupakan jawaban doaku. Tuhan lebih tahu waktu terbaik kapan aku siap menjadi seorang Ibu. Dan apa yang aku minta telah Tuhan jawab, di pertengahan menuju ke penutupan tahun 2014 akhirnya aku bisa menggendong bayiku. Hampir mendekati akhir dari batas waktu yang aku minta pada Tuhan, tapi pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat.

Berusaha sekuat tenaga tanpa perkenanan Tuhan tidak akan membawa hasil yang sempurna, tapi jika sudah saatNya kita dipercayakan, pasti Tuhan akan memberikan apa yang kita butuhkan.

Percaya saja bahwa semua indah pada waktuNya.
Keep believe and pray..

Terima kasih buat yang sudah meluangkan waktu untuk mengikuti kisahku.

Have a blessed day
God Bless You

14 Responses to “My Pregnancy, My miracle”

  1. Putri February 10, 2015 at 9:02 am #

    makasih buat ceritanya cece,sangat memberkati dan nama Tuhan Yesus smakin dipermuliakan amenn….

  2. Bagus catatannya mbak🙂

    • Shin Hyo Ae February 14, 2015 at 2:41 am #

      makasi sudah mampir ke blog aku ya..smoga memberi inspirasi ya🙂

  3. lionie March 4, 2015 at 12:40 am #

    Salam kenal…saya jg pasien dr.GC
    Inspirational story
    Btw.istri dr dr.GC adalah dokter spesialis anak di medi kids green ville namanya dr.mira

    • Shin Hyo Ae March 4, 2015 at 2:16 am #

      Thanks…
      iya, Dr. Gahrani juga ada info.
      tp Jaraknya aga jauh sih dari rumah.

  4. Maria March 4, 2015 at 3:36 am #

    Salam kenal,
    Amazing!!, thanks sharing nya.

    Saya juga pasiennya dokter GC, sejak kehamilanku yang pertama th. 2010.

    Penjelasan dari dokter anak yang terkesan menakut2i, jg saya alami. Spt kasus kamu, dokter GC jg memberikan penjelasan yang positiv & membuat kami tenang.

    Saat ini kehamilanku yg ke-2 #13w, saya masih setia kontrol sm beliau, padahal rumah kami skrg di Jaktim.

    Cherish so cute!!

    • Shin Hyo Ae March 4, 2015 at 5:33 am #

      HI Maria salam kenal jg…
      Iya aku juga nanti ga mau gonta ganti Dokter lagi kl hamil lg anak ke 2, sudah cocok 1 Dokter ya seterusnya pakai itu aja deh.. Ya tp smntara sih blom dl soalnya msh trauma dengan suntikan😛
      Kecuali nanti kl aku hamil lagi and Dokter Gahrani bs ksh solusi bagaimana caranya spy aku bs hamil tanpa perlu disuntik (Soalnya kl aku hamil darahku akan kental lagi).

  5. martini March 4, 2015 at 4:20 pm #

    Congratzz yahh…kejadiannya sama spt aku skrg ini..ada pengentalan darah dan hrs disuntik tiap hari…btw bs minta infonya beli suntikan pengencer darahnya ke distributor mana ya?tlg infonya ya siss..tq

    • Shin Hyo Ae March 5, 2015 at 7:03 am #

      Wah semoga lancar ya Sis Martini unt kehamilannya…Boleh mnt alamat emailnya? nanti aku infokan by email.

  6. amanda purnama suci March 5, 2015 at 5:43 am #

    Haii mommy Cherish… congrattzz yaa… seneng terharu baca ceritanya, ow btw.. aku juga pasien dokter GC. Very nice and humble person.
    Kiss kiss buat baby Cherish yaa… GOD bless! 😙

    • Shin Hyo Ae March 5, 2015 at 7:07 am #

      Hi Sis Amanda… thx sudah mampir ya ke blog aku..
      Wah kita sama2 pasien Dr. GC ya..
      *Hugs* from baby Cherish .. GBU too

  7. Maria Magdalena Titiek KN Binsasi January 29, 2016 at 2:07 pm #

    Wooooowww storymu buat aq semangat dalam menjalani promil dg sindrom kekentalan darah juga..
    Bahagia pastinya memiliki buah hati..
    Tuhan Memberkati keluargamu sedemikian besarnya
    Kalo sy boleh tau yg jual lovenox murah dimana ya? Harganya brp?

    • Shin Hyo Ae January 30, 2016 at 10:44 am #

      Wah smg ya nanti km bs berhasil ya dalam promilnya…AMin.. Ya pst bahagia stlh punya baby tp ya ada capenya jg tp bnykan happy nya lah hehehe….
      unt info mengenai lovenox bs melalui email saja ke cherubim1882@yahoo.com ya soalnya ga enak di sebar nomornya. Ak ksh no kontak orgnya tp ak ga tau ya apakah sdh gnt org atau blm ya nantinya kl pas km kontak soalnya ak kan lg ga bli lovenox lg jdnya ya ga update no nya mrk..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: