Archive | March, 2014

Gulai Daun Singkong Ala Mama

28 Mar

Gulai daun singkong merupakan menu favorit saya, tapi ya dikarenakan dimasak menggunakan santan jadinya saya ga bisa sering memasak gulai daun singkong deh. Dulu sebelum nikah si Mama suka memasak gulai daun singkong dan kalau sudah makan gulai daun singkong aku bisa lupa diri kadang hehehe… Gulai daun singkong buatan Mama soalnya enak dan pas aku masak gulai daun singkong versi Mama di rumah, pembantu di rumah pas nyicip kuahnya malah bilang kok ini enak sih, biasa dia suka masak gulai daun singkong juga tapi rasanya berbeda dengan gulai daun singkong ala Mama. Perbedaan pada gulai daun singkong ala Mama dan ala pembantu di rumah masak adalah penggunaan ebi dan terasi. Suamiku ga suka dengan ebi jadinya kalau masak ya jarang pakai ebi, kalaupun pakai ebi pastinya dia ga akan makan. Tapi kali ini dia bilang oke walau ada bau ebi-nya.

GULAI DAUN SINGKONG

Gulai daun singkong   Bahan :

* 4 ikat daun singkong (ambil yang muda dan daunya masih lembut).

Bumbu Halus : 

* Bawang merah 7-8 pcs yang aga sedang.

* Cabai keriting & rawit sesuai dengan selera pedas.Kalau aku sih aku tambah dengan cabai kering.

* Kunyit 1 ruas

* 1 serai ambil putihnya saja

* Terasi 1 sdt full

* Ebi 1-2 sdm, cuci bersih. (karena suami ga sk ebi, kemarin aku hanya pakai 1 sdm saja).

 

Tambahan :

* Lengkuas 1 ruas, geprek

* 1 serai di geprek (optional). aku suka wangi serai jadi aku tambahkan 1 lagi.

* Santan setengah kental secukupnya.

* Garam

* Gula

* Mecin

 

CARA MEMBUAT :

1. Rebus daun singkong sampai agak lembut (beri garam + sedikit air abu (optional), angkat dan cuci dengan air dingin. Peras dan buang air sisa rebusan daun singkong, lalu potong- potong daun singkong yang telah di peras.

2. Tumis bumbu halus, lengkuas dan serai sampai wangi.

3. Masukan air santan. Aduk-aduk supaya santan tidak pecah.

4. Jika sudah mendidih, beri garam, gula dan mecin, cicipi rasanya apakah sudah pas asin dan manisnya.

5. Masukan daun singkong yang telah di potong-potong.

6. Masak sampai daun singkong menjadi lembek sesuai selera.

7. Angkat dan sajikan. Nikmat….

Nah mudah kan membuat gulai daun singkong? ga seribet yang dibayangkan ternyata dan hasilnya juga maknyus… So buat yang ingin mencoba memasak gulai daun singkong di rumah, silahkan mencoba resep ala Mama-ku.

 

HAPPY COOKING

GOD BLESS YOU

AJA AJA FIGHTING !!

 

Mushroom katsu

26 Mar

 

 

Terkadang aku bingung juga membuatkan bekal makan siang buat suami. Makanan yang diutamakan adalah yang cepat dimasak dan ga terlalu ribet prosesnya dikarenakan aku hanya memiliki waktu satu jam saja untuk menyelesaikan bekal buat si Hubby.

Kemarin ini aku kepingin membuat chicken katsu don buat si Hubby, eh tapinya ayamnya masih keras membeku didalam lemari es. Saat kutengok isi kulkas eh ternyata ada si jamur tiram putih yang kalau di goreng akan memberikan rasa yang mirip dengan daging, so tanpa ragu aku mencoba membuat katsu dengan versi vegetarian.

Untuk resepnya sama dengan chicken katsu don yang pernah aku share sebelumnya, yang beda hanya penggunaan ayam diganti dengan jamur. Selain rasanya enak, tentunya akan lebih jauh hemat juga.

Resepnya silahkan lihat ke link dibawah ya :

https://shinhyoaeippeo.wordpress.com/2012/01/11/chicken-katsu-don/

mushroom katsu

Mushroom katsu tanpa telur. Dari segi bentuk dan rasa cukup mirip dengan ayam, sampe-sampe si Hubby pun pas pulang bilang kalau dia suka dengan masakan ini dan rasanya mirip dengan ayam, heheh senang deh.

mushroom katsu2

 

Versi kedua adalah mushroom katsu don, yang membedakan adalah hanya adanya tambahan telur saja. Enaknya mushroom katsu ini dimakan selagi hangat. Walau sudah tidak garing lagi karena sudah dimasak dengan menggunakan campuran kecap, mirin, dashi, gula dan air, dll tapi rasa kenyal pada jamur ini yang membuatnya mirip dengan tekstur daging.

So buat yang lagi kehabisan ide memasak, silahkan mencoba membuat mushroom katsu atau mushroom katsudon ini deh,….

HAPPY COOKING
GOD BLESS YOU
AJA AJA FIGHTING !!

 

My Sushi Creation

26 Mar

Hmm… kepengen makan sushi ala sushi tei tapi bisa kenyang dan puas tanpa harus menguras kocek yang dalam hahhaa… bisa aja sih buat homemade sushi yang bisa dimakan sampe puas, tapi jangan harap bisa mendapatkan rasa yang percis dengan sushi tei wkakaka…. kl da percis mah bisa buka resto sendiri pastinya.

Ya walau ga sama percis rasanya, tapi yang penting kan masih enak untuk dimakan. Oh ya kalau ke Sushi Tei yang pasti ga akan ketinggalan dengan dragon roll nya, tapi ya berhubung dengan harganya yang mahal jadi kali ini aku mencoba membuat kreasi sushi sendiri. Sushi nya bukan ala sushi tei ya… tapi ala…. kadarnya heheheh 😛

 

CYMERA_20140205_170146

Ga heran harga sushi itu mahal ya,.. ternyata proses pembuatannya susah juga apalagi pas bagian menghias, huaaa…. super ribet buat amatiran sepertiku. Lihat deh dragon roll nya kenapa jadi mirip ulat bulu gitu ya? sampe-sampe pas aku posting foto dragon roll ini ke facebook-ku eh malah sama temanku disamakan sama ulat bulu yang warna orange dan hitam… Huaa teganya hahah…

CYMERA_20140205_170830

Nah dragon roll satu ini malah sedikit mirip barong sai dan ga jelas gitu hahaha…. tolong dimaklumin ya karena kreasinya masih alakadarnya…..

CYMERA_20140205_172252

 

Yang ini tadinya mau dibuat jadi mirip ikan gitu, eh tapi sama pembantu di rumah malah di kasih totol-totol jadinya makin ga jelas ikannya deh hahaha

CYMERA_20140205_171210

Untungnya walau sushi ini berantakan dan tidak sedap dipandang, tapinya ternyata habis juga sushinya. Aku pikir pastinya akan bersisa karena buatnya kebanyakan, eh pas tau sushi nya habis aku senang juga deh jadinya.

Oh ya untuk cocolannya aku tidak menggunakan kecap kikkoman, tapi aku malah menggunakan saus teriyaki dan hasilnya malah jadi lebih enak untuk dimakan hehehe…. Tinggal kasih cabe bubuk dan wasabi, jadi deh.

 

HAPPY COOKING
GOD BLESS YOU
AJA AJA FIGHTING !!

Wonderful Bangka

21 Mar

Bulan February terlewatkan tanpa membuat postingan… belakangan jadi jarang banget nge-blog.. hehee 🙂
Ya pada bulan Feb lalu aku menginap di rumah Mama-ku dikarenakan Papa Mama sedang dalam kondisi kurang sehat, jadinya aku menginap untuk membantu mereka deh dan saat akan kembali ke rumah eh Papa diharuskan pulang ke Bangka karena kondisi Kakek yang saat itu sedang sakit parah, jadinya aku menginap di Pondok gede selama 11 hari, heheh jadi ingat masa-masa masih single dulu.

Pada tanggal 6 – 11 Maret 2014 lalu aku sempat berkunjung ke Kampung Halaman selama beberapa hari saja. Aku tiba di Bangka pada tanggal 6 Maret pukul 9 am untuk melihat keadaan Akung (Kakek) kesayangan kami yang sedang kritis dan tapinya pada keesokannya 7 maret 2014 pukul 09.40 Akung menghembuskan nafas terakhirnya dan menjadi moment yang sedih tapi juga melegakan karena kami tidak tega melihat beratnya perjuangan terakhir Akung selama hidup. Melihatnya sesak nafas dan tidak bisa makan minum dan menahan sakit di sekujur tubuhnya membuat kami tak berhenti menitikan air mata Hmmm… mengingat kejadian itu jadi bikin sedih lagi 😦 hikzz…. miss Kung-Kung so much… Semoga Kung Kung mendapatkan tempat terbaik di Surga. Amin.

Hmmm skilas crita dibalik perjalanan ke Bangka yang sudah 7 tahun terakhir tidak aku kunjungi. Setelah 7 tahun tidak mudik akhirnya di tahun ini aku kembali juga kesana. Awalnya aga ragu juga sih karena aku tidak ingin melihat Kung-Kung menghembuskan nafas terakhir yang nantinya akan memberikan kenangan sedih, tapi ya karena ini merupakan saat-saat terakhir Beliau jadinya aku memutuskan untuk pulang ke Bangka juga.

Perjalanan ke Bangka walau hanya sebentar tapi membuatku kembali ke Jakarta dengan kondisi kulit yang sedikit menghitam. Aku juga bertemu dengan beberapa teman masa dulu yang kini menjadi gelap gulita kulitnya hehe…
Sayang sekali Bangka yang indah sekarang telah berubah menjadi pulau yang hancur karena sisa pengerjaan pengerukan timah, jadinya kalau dilihat dari atas banyak sekali danau buatan sisa pengerukan timah yang tidak di timbun kembali.

Tapi walaupun demikian, Bangka merupakan tempat dengan pemandangan yang sangat indah apalagi dengan pantai-pantai yang tersebar di berbagai tempat, dari Pantai Tanjung pesona, Parai, Matras, Pasir Padi, Pantai Tikus, Rambak, Teluk Uber, dan masih banyak lagi pantai lainnya yang ga akan puas untuk dikunjungi.

Berikut ini foto-foto yang sempat aku abadikan dengan handphone, sayang ga punya kamera profesional jadinya fotonnya tidak sebagus aslinya 🙂

1Pantai Tikus / San Lochu
2Airnya masih biru dan bersih

3

Pantai Tikus merupakan salah satu yang terbaik yang aku kunjungi. Aku memfoto pemandangan dari atas Kuil, sayangnya karena waktu yang mepet dan kondisi yang panas membuat saudara-saudaraku malas untuk turun ke Pantai, jadinya aku hanya bisa menikmati pemandangan dari atas Kuil.

4

Lautnya biru cantik sekali ya,… Andaikan kami tidak takut hitam pastinya kami sudah turun ke bawah hehe

5Pantai Tanjung Pesona

6

Pantai Tanjung Pesona dan Parai merupakan salah satu wisata yang menarik di Bangka, sayangnya aku tidak sempat mengunjungi Pantai Parai dalam kesempatan kali ini. Aku heran saat mengunjungi Pantai Tanjung pesona kenapa sekarang menjadi banyak sampah berserakan. Kenapa ya penduduk sangat tidak sadar akan kebersihan lingkungan, dan parahnya lagi ada yang membuang oli di pasir dan membuat pasir menjadi terlihat kotor sekali… Hmmm… *geleng geleng* bikin emosi jiwa…

7Pantai Rambak

8

Pantai Rambak tergolong salah satu Pantai yang paling bersih. Pasirnya masih Putih dan airnya sangat jernih, tapi sayangnya Pantai ini masih belum dibenahi menjadi salah satu wisata seperti di Parai atau Tanjung Pesona.

9

Foto diambil pada waktu sore hari dan sudah aga sedikit gelap. Sayang aku kurang pandai dalam fotografi, jadinya aku tidak bisa menghasilkan foto yang bagus deh… Tapi percaya deh, pantai ini asli bagus dan bersih hehehe….

10My beloved Appa & Omma @ Pantai Romodong Belinyu

12

Pantai Romodong ini juga pantai yang sangat bagus dan masih bersih, tapi letaknya agak jauh dari pusat kota. Jika ditempuh dengan mobil tanpa macet bisa menghabiskan waktu skitar 90 menitan smp 2 jam kurang untuk menuju kesana.

11

Bagi pecinta Pantai aku suggest untuk mengunjungi Pulau Bangka, karena banyak banget pilihan pantai untuk dikunjungi dan yang pasti Pantainya ga kalah indah dengan Pantai di Bali. Buat yang ingin mencoba Jet ski atau Banana Boat bisa mengunjungi Pantai Parai dan untuk Hotel juga tersedia disana. So tunggu apalagi? Buruan visit Bangka….


GOD BLESS YOU
AJA AJA FIGHTING !!