Nasu Palekko

24 Jan

안녕하세요 chingudeul…

Hari ini aku membuat beberapa sajian di rumah. Dikala libur memang saatnya untuk masak masak deh. Ya walau dengan skill yang standard tapi dengan kemauan yang besar, akhirnya aku mencoba membuat sajian untuk keluarga tercinta. Ya walau resiko kulit dan telapak tangan jadi kasar, kuku jadi kuning kena bumbu seperti kunyit, ditambah jari-jari tangan menjadi tidak sebagus tangan para wanita yang suka merawat dirinya, tapi aku mencoba mendedikasikan diri untuk keluarga ketimbang memilih merawat diri tapi keluarga malah ga keurus makanannya. So setelah memutuskan untuk belajar masak, aku harus melupakan keinginan untuk memiliki telapak tangan yang halus. Soalnya rada malas juga pakai lotion, kalau masak kan tangan harus selalu higienis dan harus sering cuci tangan, jadi kelembaban kulitnya jadi hilang deh, apalagi ditambah dengan sabun. Ya sudah, tapi itu adalah suka duka menjadi istri rumah tangga. Yang penting sih aku menikmati aktivitasku dan juga senang melihat keluarga menyukai masakanku.

Kali ini aku mencoba membuat masakan dari Sulawesi Selatan yang bernama Nasu Palekko. Resep ini aku dapat dari justtryandtaste.com atau Jtt. Minggu lalu aku sempat nyasar ke blog tersebut dan ternyata mendapatkan banyak info tentang masakan. Thanks buat Mbak Endang yang sudah share resep masakannya dan memberikan inspirasi buat saya untuk bisa berkreasi lebih banyak lagi di dapur amatirku ini.

Nasu Paleko1Di resep asli seharusnya sajian ini dibuat lebih kering, namun aku lebih suka dengan tampilan agak basah. Jadi sesuaikan dengan selera masing-masing ya.

Aku sendiri sebenarnya belum pernah mencoba masakan ini, namun dikarenakan melihat sajian yang nikmat yang di share di blognya Jtt, aku akhirnya memutuskan untuk membuat sajian Nasu Palekko ini, soalnya aku suka dengan masakan pedas. Namun dalam resep ini ada sedikit modifikasi rasa yang aku buat. Ternyata rasa masakan ini asam pedas, nah cuma takut pada ga doyan asam, jadi aku coba tambahkan gula pada sajian ini. Gula yang kugunakan cukup banyak sehingga menbuat masakan ini terasa asam manis pedas. Dan untuk penggunaan cabe rawit, aku ganti 2/3 nya dengan cabe keriting supaya tidak terlalu pedas. Karena ga smua di keluargaku bisa makan pedas.

Berikut yuk kita bahas proses pembuatannya :

IMG_4005Lihatlah cabe dan bawang merahnya berlimpah.

BAHAN yang digunakan :

* 1/2 ekor ayam kampung. Di resep asli pakai 1 pcs itik atau bebek.

* 1 buah jeruk nipis untuk membersihkan ayam

* 10 pcs bawang merah (aku pakai 7 – 8)

* 30 rawit hijau (aku ganti dengan 12 rawit hijau + 8 cabe keriting)

* Kunyit bubuk (aku pakai 2 cm kunyit yang kutumbuk halus).

* 2,5 sdt garam untuk membersihkan ayam.

* 3 sdm minyak goreng

* 1 sdt Kaldu bubuk

* 1 genggam asam jawa dilarutkan dengan 200 ML air. Aku menggunakan lebih dari 200 ML yang pasti.

Cara Membuat :

1. Gosok permukaan ayam dengan garam kasar dan air perasan jeruk nipis atau jeruk lemon. Gunakan kulit lemon untuk menggosok kulit ayamnya sampai kulit ayam terasa kesat.

IMG_4006

2. Lap ayam dengan tissue dapur, lalu bakar sebentar diatas kompor sampai bulu ayam hilang. Gunakan spatula yang dimasukan dalam tubuh ayam untuk memegang ayam. Aku skip bagian ini karena aku hanya menggunakan 1/2 potong ayam.

3. Pisahkan kulit dari daging ayamnya.

4. Iris tipis kulit ayam dan potong daging ayam kecil-kecil.

5. Lumuri ayam dengan 1/2 air asam jawa. Tambahkan 1 sdt garam, kaldu bubuk. Remas-remas ayam dengan bumbu pelumur sebentar. Sisihkan sambil memproses tahap selanjutnya.

IMG_4008

6. Tumbuk cabe dan bawang merah sampai halus. Kalau bisa sih jangan gunakan blender supaya cabe dan bawang tidak terlalu halus, karena bumbu yang ingin dihasilkan adalah yang agak kasar.

IMG_4009

7. Siapkan wajan yang sudah benar-benar panas. Masukan irisan kulit ayam. Sangrai dengan api besar supaya minyak ayam keluar. Kebetulan di rumah ada lemak ayam yang disimpan sama pembantu, jadi untuk tambahan aku menambahkan minyak dari lemak ayam untuk bahan tambahan. Karena hasil minyak yang kudapat tidak terlalu banyak, jadinya aku tambah sekitar 2sdm minyak sayur. Di resep pakai 3 sdm.

8. Kecilkan api, buat api sedang saja. Masukan potongan ayam dan bumbu perendam ke dalam pan. Goreng ayam sampai empuk.

IMG_4013

9. Masukan sisa air asam, kunyit bubuk, bawang merah dan cabe, serta kaldu bubuk. Aduk dan masak sampai air mengering. Tambahkan garam jika kurang asin. Jika daging belum empuk bisa tambahkan air dan masak kembali sampai airnya kering.

IMG_4011

Untuk mempermudah proses, aku mencampur cabe dan bawang yang sudah ditumbuk dengan air asam dan kaldu bubuk Aku aduk rata dan masukan ke dalam masakan. Setelah itu cobeknya aku bilas sedikit dengan air bersih dan masukan airnya ke masakan. Setelah mendidih cicipi rasanya dan aku tambahkan gula sampai aku mendapatkan rasa yang kuinginkan.

IMG_4014Proses memasak ayam dengan bumbu yang sudah dibuat.

Oh ya aku menggunakan cukup banyak gula karena mungkin aku menggunakan kebanyakan asam dalam masakan ini. Jadinya untuk membuatnya lebih nikmat aku tambahkan gula, so terserah sih kalian sukanya menggunakan resep asli atau mau coba menambahkan gula seperti yang kulakukan.

10. Setelah air kering, angkat ayam dan siap disajikan. Aku sering kali menambahkan air supaya bisa menghasilkan ayam yang empuk. Soalnya berdasarkan info dari pembantu, mertuaku gak gitu suka makan daging kalau gak empuk banget. Jadinya aku cukup menggunakan banyak air dalam masakan ini. Cuma ya seperti yang kujelaskan diatas, aku membuat sajian ini tidak terlalu kering supaya bisa terlihat lebih bagus sajiannya, eh tapi kata mertuaku kelihatan kurang kering. JAdinya setelah aku angkat, aku masukan ke oven sebentar dan di panggang deh dalam oven selama 3 -5 menit saja.

Nasu Paleko2

Inilah tampilan nasu palekko ala dapur amatir Shin Hyo Ae.😛 hehehe setelah ditambahkan gula, aku cukup menyukai rasa asam manis pedas dari masakan ini. Enaknya sajian ini disajikan selagi hangat atau dimakan dengan nasi hangat. Ternyata seharusnya aku menggunakan cabe rawit dengan jumlah yang disarankan pada resep asli, karena nasu palekko buatanku sama sekali tidak pedas (menurutku loh ya.. karena aku suka banget sama masakan pedas). Buat yang gak suka pedas seperti suamiku, ya better dicampur cabe keriting hijau saja ya…

Happy Cooking..
Aja aja fighting
God bless you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: