Archive | October, 2012

Scrapbook for Cie Juli (super simple)

10 Oct

Bulan lalu, aku diberikan majalah tentang scrapbook yang merupakan koleksi milik ibu Gembala di Gereja kami. Karena itu merupakan koleksi majalah dari luar negeri, mungkin dia sayang membuang atau menjualnya, jadi karena tau aku emang hobbi berkreasi, jadinya buku itu diwariskan kepada-ku. Setelah dilihat-lihat, ternyata banyak juga ilmu dan ide-ide yang didapatkan dari majalah tersebut. Yang tadinya aku sudah sempat koleksi beberapa kertas, gunting bergerigi dan punch untuk membuat scrapbook, tapi sayangnya sudah beberapa tahun alat-alat itu nganggur dan memenuhi lemari di rumah, tapi dengan adanya majalah tersebut, aku jadi rajin berkreasi lagi deh. 😛

Untuk hiasan aku menggunakan potongan gambar dari koleksi kertas kado-ku dan kutambahkan dengan koleksi bunga-bunga quilling yang sudah kubuat dan kusimpan dalam kotak. Untuk bunga di kanan bawah itu aku menggunakan teknik gambar dan gunting. Polanya aku dapat dari Mr. Google dan kemudian ku print diatas kertas dan kujadikan pola untuk membuat bunga-bunga. Warna bunga bisa disesuaikan dengan ukuran dan warna yang kita inginkan.

Untuk tulisan aku menggunakan teknik mengeprint tulisan diatas kertas warna dan kemudian kugunting satu persatu. agak repot sih, soalnya tulisannya kecil dan banyak lubang sana sini yang harus dipotong dengan cutter. Kertasnya cukup tipis jadi agak resiko juga sieh mengguntingnya, kalau sobek harus diulang kembali. Oleh karena itu butuh kesabaran extra buat membuat scrapbook ini.

Let’s be creative God Love u Aja aja Fighting !!

Advertisements

Loaf bread “metode Tangzhong”

5 Oct

 안녕하세요 chingudeul…

Jumat, 5 oktober 2012.
Pukul 19:00 – 22:30

Membuat roti sebenarnya hal yang  paling malas untuk dipelajari. Dikarenakan aku tidak memiliki bread machine, jadinya aku harus mengulen adonan dengan sekuat tenaga sehingga bisa mendapatkan adonan yang sempurna. Sudah 2x aku mencoba membuat roti dan hasilnya keraaasss bikin gigi mau putus makannya hehehe… *hiperbola* hahhaa…. Tapi sisi baiknya adalah mengulen adonan roti merupakan olah raga juga sieh, soalnya mengeluarkan keringat dan membakar kalori. 🙂

Wahh rotiku over baked nehhh…. Tapi rasanya tetap enak dan ga pahit kok yang penting,.. 😛

Karena penasaran dengan teknik tangzhong ini, akhirnya setelah membaca resep berkali-kali dan kaliiiii, akhirnya kuputuskan membuat roti. Resep tangzhong sudah kubuat sejak tadi pagi dan kusimpan dikulkas. Pulang kerja baru deh di praktekan.
Untuk resepnya aku peroleh dari http://vivianpangkitchen.blogspot.com dan bisa juga dilihat di http://dodol-mochi.blogspot.com

Resep Tangzhong
50 gr bread flour (aku pakai tepung yang kubeli di ingredient).
250 ml water

Adonan Roti (A) :
120 gr tangzhong
110ml water(milk) (aku pakai susu UHT)
55 gr sugar / gula
5 gr salt / garam

(B)
350 gr bread flour (aku pakai tepung yang kubeli di ingredient).
7 gr milk powder (aku pakai susu dancow full cream).
6 gr yeast (ragi)

(C)
30 gr oil/ butter (aku pakai minyak canola)

CARA MEMBUAT :

Tangzhong :

1. Taruh terigu dalam panci dan tuangkan air sedikit, demi sedikit sambil diaduk dengan whisk. Lakukan sampai air habis. Pastikan tidak ada gumpalan. Masak dengan api kecil – sedang sampai sedikit kental, kira kira selama 2-3 menit saja.
Put the bread flour inside a pot. Pour in the water slowly and whisk to combine. Continue till all the water finish. Make sure the mixture is lump free. Cook over low-medium heat till thick, about 2-3 minutes.

2. Dinginkan tangzhong dan kemudian tutup dengan plastik wrap ketika tangzong sudah agak dingin. Hal ini dilakukan untuk mencegah supaya permukaannya tidak kering. Simpan dalam lemari es.
Remove from heat. Cover with plastic wrap once is slightly cool. This is to prevent the surface from drying. Store in fridge once it is completely cool.
3. Keluarkan tangzong dan biarkan dalam suhu ruangan sebelum digunakan. Baiknya digunakan sampai 3 hari saja.
Thaw at room temperature before use. Preferably to use up in 3 days.

Adonan roti / Bread Dough

1. Dalam mangkuk, cairkan tangzong dengan 110 ml susu cair. Lalu tuang ke mesin roti, bersama dengan gula dan garam. (Pada tahapan ini, aku aduk menggunakan mixer).
In a bowl, dilute the water roux starter in 110ml water. Then pour inside bread machine together with sugar and salt.
2. Tambahkan tepung di bahan B. Ragi adalah bahan yang dimasukan paling belakangan di mesin roti. Nyalakan mesin roti dan adon selama 10 menit sampai adonan kalis. Jika adonan terlalu basah, tambahkan tepung, jika terlalu kering tambahkan susu. Aku mengadon menggunakan tangan selama 15 menit.
Add in flour from (B). Yeast is the last ingredient adding inside the bread machine. Turn the machine on and let it knead about 10 minutes or dough is formed. Do check the wetness of the dough, if too dry add water or otherwise.
3. Saat adonan mulai terbentuk, tambahkan minyak dan lanjutkan adon kembali sampai adonan halus dan elastis. (aku tambahkan minyak sedikit demi sedikit dan diadon terus sampe tangan pegel). Tutup dan diamkan selama 45 menit.
Once dough is formed, add in oil and continue knead to form smooth and elastic dough. Cover and rest for 45 minutes.
Adonan yang didiamkan selama 45 menit akhirnya mengembang juga. Bisa dilihat pada gambar tahap pengembangannya. Wahh gak sia sia deh tangan pegel ngadon adonan roti ini.
4.Pindahkan adonan dan bagi menjadi 3 bagian. Bentuk menjadi bola dan diamkan 10 menit.
Transfer to working surface. Divide the dough into 3 portions. Shape into balls and rest for 10 minutes.
By the way ini adalah sisa adonan yang kuisi dengan sosis hehehe… iseng aja kepengen roti isi sosis dan kubuat bentuknya bulat. Kumasukan dalam loyang muffin kecil dan hasilnya setelah matang cantik juga (Jangan lihat warnanya yang cokeeeellllllaaaaat ya).
5. Ratakan setiap adonan menjadi panjang dan gulung. Gulung juga sisa adonan yang lain.
Flatten each ball into rectangle and roll it up like swiss rolls. Repeat the same for the other portions.
Aku ga nimbang adonannya, jadinya ya ada gede ada kecil. Jangan ditiru yaaaa…. soalnya aku kali ini hanya membuat setengah resep daripada gagal nantinya dan dibuang. Jadi aku berusaha membuat 1/2 resep saja dulu. Untungnya resepnya berhasil dan besok-besok aku bisa mencoba membuat roti yang lain deh. ahh snangnya,,….. 🙂
6. Taruh adonan dalam loyang dan diamkan kembali selama 45 menit.
Place inside a greased loaf tin (I’m using L23cm x W13cm x H8cm cake mould) and rest for 45 minutes.
Asikk punya loyang baru anti lengket pula. Loyang ini kubeli di ingredient seharga 22.000,-
Senang deh kalau punya barang baru, rasanya langsung kepengen dipake aja. cihuuuuuyyyyyyyyyy……
Nah ini adonan yang sudah dioles kuning telur dan kutabur sedikit keju. Resep asli sieh emang ga pake keju, tapi ya biar ada rasa aku tambahin sedikit keju deh. Abis itu siap dipanggang deh…
7. Panggang selama 30 menit dengan suhu 180 celcius. (aku sih hanya 20 menit, tapi over baked karena rotiku kecil saja)
Bake at 180C for 28-30 minutes.
Waaauuuuuuuhhhh rotiku gelap sekali… habis berjemur di bali deh kayaknya ini roti hehhehe….. wah judulnya harusnya dark choco bread hahaa… tapi walau begitu aku senang, karena roti ini tergolong sukses, karena ga keras deh…
Lihatlah bagian dalamnya… ada lumeran keju juga, soalnya kutaruh keju parut sebelum kugulung. Tadinya mau kasih kismis eh tapinya kelupaan.. besok-besok deh bikin versi lainnya. Mau bikin roti abon juga sieh kalo sempat.
Walau kelihatan agak padat, tapi aslinya lembut. Dipegang juga kenyal, tidak keras. Makasih ya buat resep tangzhong nya… wahhh buat yang menemukan resep tersebut aku beri 2 acungan jempol + 2 jempol kaki juga hehheeh
Buat yang kepingin mencoba resep roti ala tangzhong ini, silahkan dicoba. Selagi sempat dan selagi ada kesempatan, yukkkkk kita belajar bareng.
Happy baking
Aja aja fighting
God love you…

Chiffon keju

2 Oct

 안녕하세요 chingudeul…

Chiffon keju ini kubuat sebenarnya berdasarkan request dari saudaraku yang minta dibuatkan Cheddar cheese cake. Pada waktu Mama-ku berulang tahun Juli lalu, aku membuat CCC dan sodara pada suka. Dan pada acara kumpul keluarga kemarin di request kembali cake tersebut, tapi dikarenakan aku sedang tidak ingin membuat CCC dan kepingin nyoba resep chiffon keju dari cakefever.com jadinya kuputuskan membuat chiffon keju saja.

Lagi…lagi dan lagi hasilnya berantakan dikarenakan aku kurang sabaran dalam mengeluarkan cake ini dari loyangnya. Aku penasaran apakah kue ini matang atau tidak, soalnya saat ditusuk masih ada serpihan yang menempel, tapi sih tidak lengket dan tidak basah tusukan sate yang kugunakan. Cuma ya daripada ga matang, jadinya ya aku bakar agak lamaan. Tapi hasilnya masih sama, aku rasa itu adalah keju yang menempel pada tusukan yang kugunakan. Aku kapok mengeluarkan chiffon dari oven jika belum matang, karena bakalan susah abis matenginnya jika ada bagian yang kurang matang. Yang ada bukannya matang malah jadi garing deh.

kiri : Inilah hasil loyang kecil chiffon keju perdana buatanku yang penuh tusukan dan yang kanan mirip roti coklat itu adalah sisa putih telur yang kuuji coba membuat adonan sendiri dengan menambahkan tepung, minyak goreng, coklat pasta, susu bubuk dan setelah itu kuaduk-aduk sampai rata dan dipanggang deh. Hasilnya kayak apa aku sendiri belum nyobain hehehe

Hasil kue putih telur yang kubuat terlihat padat, tidak banyak rongga, tapi rasanya agak aloooot hehehe. Untuk cake kejunya sih lumayan lah, tapi tidak seenak CCC. Banyakan pada suka CCC dibanding muffin keju ini.

Oh ya untuk resep Chiffon keju  nya berikut aku share  ya. Ini untuk 1 loyang chiffon ukuran 20 cm + 1 loyang bulat kecil diameter 10cm ya. Kalau berdasarkan resep asli, aku hanya membuat 1/3 resepnya saja sieh.

Bahan yang digunakan :

100 gram terigu protein rendah, ayak
67 gram keju cheddar, parut (kemarin aku tambahkan menjadi 85gr supaya lebih terasa kejunya)
1/3 sdt soda kue
2/3 sdt baking powder
1/2 sdt garam
67 gram gula kastor (gula juga kutambahkan sedikit supaya lebih manis)
67 ml minyak goreng
67 ml susu cair (pakai UHT)
3 ,5 kuning telur (aku pakai 4 buah)
4.5  putih telur (karena ada sisa putih telur, jadinya aku bisa membuat ukuran yang pas, yaitu 4.5 telur putih)
1/3 sdt cream of tartar (optional)

Taburan : 
120 gram keju cheddar, parut untuk taburan. (aku gak pakai taburan keju).. takut kolestrol naik hehee…

CARA MEMBUAT : 

  Panaskan oven pada 180 derajat Celcius. Siapkan loyang chiffon diameter 24 cm

  Campur terigu dengan keju parut, soda kue, baking powder, garam, dan 2 sdm gula kastor, aduk rata. Buat lubang di tengah campuran tepung, tuangi minyak goreng, susu dan kuning telur. Aduk dengan pengocok kawat hingga licin, sisihkan.

  Kocok putih telur dengan mikser berkecepatan sedang hingga berbusa, masukkan cream of tartar (kalau pakai) dan sisa gula dalam beberapa tahapan. Kocok hingga putih telur membentuk ujung yang tumpul waktu mikser diangkat.

  Masukkan putih telur dalam beberapa tahapan ke dalam adonan tepung, aduk perlahan hingga rata. Perciki bagian dalam loyang dengan air masak.

  Tuang adonan ke dalam loyang. Masukkan dalam oven, panggang hingga matang (kira-kira 75 menit). Tandanya tidak ada sisa adonan yang menempel ketika ditusuk dengan lidi. Keluarkan kue dari oven, segera balikkan loyang hingga kue benar-benar dingin (kurang lebih 1 1/2 jam). Keluarkan kue dari loyang dengan bantuan spatula/pisau panjang.

  Balikkan kue di rak kawat, balik sekali lagi ke piring saji sehingga bagian atas kue tetap di atas. Olesi seluruh permukaan kue dengan mentega/margarin, lalu taburi keju parut.

Inilah hasil akhir dari chiffon keju buatanku. Matangnya sudah pas, pinggirnya agak coklat, tapi kok chiffonnya agak kempes ya, tidak seperti banana chiffon yang kubuat sebelumnya. Entah apa penyebab chiffonnya menjadi kempes, mungkin karena dikeluarkan terlalu cepat kali ya.

Sekian ya resep chiffon kejunya. Untuk melihat resep aslinya silahkan kunjungi website cakefever atau jika ingin menggunakan 1/3 resep seperti yang kubuat, silahkan gunakan resepku.

Happy baking
Aja aja fighting
God love you…

Egg Muffin ( 계란 빵, GyeRan Bbang )

2 Oct

 안녕하세요 chingudeul…

Egg muffin merupakan salah satu kue yang cukup disukai masyarakat Korea. Biasanya kue ini disajikan bisa juga untuk sarapan, makanan penutup atau camilan. Itu info yang kudapat loh… hehehe…. 😛

Proses pembuatan egg muffin ini sangat mudah, tidak menggunakan mixer. Namun sayangnya aku tidak memiliki alat takaran dalam ukuran cup, jadinya aku pakai kira-kira saja. Yang ada kadang ukurannya benar, kadang salah hehehe… Adonan yang benar harusnya agak kental, tapi kali ini aku kebanyakan menggunakan susu jadinya kecairan.
Dikarenakan membuat egg muffin ini agak dadakan, jadinya aku belum sempat membuat takarannya dalam bentuk Gram. Aku masih menggunakan resep asli dari aeri kitchen. Aku menggunakan cangkir sebagai pengukurnya.

Wahh jelek banget deh bentuk egg muffin buatanku hihiih… aku tidak punya loyang muffin yang besar, jadinya aku pakai apa yang ada saja, eh hasilnya malah jadi berantakan karena loyang yang kugunakan, dimasukan 1 pcs telur saja sudah hampir penuh. Jadinya ya bagian atasnya tidak tercover sempurna dan saat adonan yang dipanggang mulai mengembang, alhasil telur membumbung keluar, jadinya kayak telur mata sapi deh… hihihi…. Itu aja aku uda membuang sedikit putih telurnya, kalau aku pakai yang utuh wah bisa tumpah tumpah deh. Harusnya aku pakai telur ayam kampung atau telur puyuh aja kali ya.. hehehe…

oh ya Resep asli bisa dilihat di website berikut : http://aeriskitchen.com/2012/03/egg-bbang/

Bahan yang digunakan :

  • ¾ Cup terigu serbaguna
  • 8 telur kecil untuk isian muffin
  • 2 telur besar, untuk digunakan pada adonan
  • ½ Cup mentega, cairkan
  • ⅓ Cup gula
  • ¼ Cup susu cair
  • ¾ tsp Baking Powder
  • sejumput garam untuk di telur
  • Mentega, untuk olesan loyang

CARA MEMBUAT :

1. Kocok 2 buah telur dengan whisk sampai agak lembut dan kental. Tambahkan 1/3 cup gula dan aduk sampai gula larut.

2. Ayak 3/4 cup tepung terigu, 3/4 sdt baking powder ke dalam adonan telur. Aduk rata.

 3. Tambahkan 1/2 cup mentega yang telah dicairkan dan masukan susu cair 1/4 cup. Aduk rata kembali.
(gunakan salted butter, supaya ada rasa asin). Aku sih pakai blue band aja.

4. Taruh adonan ke plastik segitiga dan potong sedikit ujungnya dengan gunting. Kalau aku sih tidak menggunakan plastik segitiga, cukup menggunakan sendok saja untuk menyendok adonan ke dalam loyang muffin.

5. Oles loyang muffin dengan mentega, lalu tuang 1 sdm adonan ke loyang muffin
6. Masukan 1 pcs telur ke atas adonan yang telah dibuat. Beri sejumput garam.
7. Tutup kembali telur dengan adonan yang telah dibuat. Jadi ada 3 lapis : Adonan – telur – adonan. Beri sedikit jarak (jangan terlalu penuh supaya muffin bisa mengembang dan tidak tumpah keluar). Dikarenakan aku tidak memiliki loyang yang memadai, jadinya adonan terlalu penuh dan telur muncul ke permukaan atas. Bagian atas telur tidak tertutup dengan adonan jadinya.
Untuk 3 loyang dibawah dan 1 loyang di kanan atas itu aku buat tanpa isi telur ya, makanya telurnya tidak terlihat.
8. Panggang selama 20 – 25 menit dengan suhu 170 – 180 celcius.
9. Angkat dan sajikan.
Dibandingkan dengan foto pada resep aslinya, wah jauh banget nieh bedanya dengan egg muffin buatanku. Pada waktu yang sebelumnya sih aku pernah membuat egg muffin dengan menggunakan sedikit telur. Aku memisahkan antara kuning dan putih telur. jadi dalam loyang ku isi dengan adonan – putih telur – kuning telur – adonan. Tapi hasilnya malah telurnya ga nampak. Jadinya kurang berasa telurnya dan ga bisa disebut egg muffin.
Pembuatan muffin ini tergolong mudah, kegagalan terjadi karena aku tidak mempunyai wadah yang memadai saja. Andaikan aku memilikinya pasti hasilnya akan lebih sempurna. Hahaha…. Kepengen deh belanja loyang-loyang kue dan keperluan baking lainnya, tapi sayang sama si Hubby ga dikasih belanja lagi dan sama mertua sudah dikomplen kalo di rumah sudah kebanyakan barang. Lemari sudah kepenuhan dengan barang-barang yang kubeli hihihihi….
Walaupun bentuknya ga enak dilihat, tapi rasa muffin ini tergolong lumayan di lidahku. Aku sih cukup menyukainya ya, rasanya manis, asin, trus ada telur, jadi aku sih suka-suka aja, cuma ya memang agak sedikit amis telurnya. Harusnya ditambahkan sedikit vanilla biar wangi. Untuk mengganjal perut lapar juga lumayan bisa bikin kenyang.
Oke sekian dulu pembahasan mengenai egg muffin kali ini.. next kalo saya menemukan loyang muffin yang sesuai dan menghasilkan hasil yang lebih sempurna, akan saya update kembali ya,…
Happy baking
Aja aja fighting
God love you…

Ontbijtkoek

1 Oct

Saat pertama kali memutuskan membuat ontbijtkoek, aku sudah sedikit ada bayangan bagaimana rasanya kue ini. Berdasarkan info yang kudapat permukaan kue ini agak kering kerontang namun kebayang sih enaknya rasa gula merah yang lumer dimulut saat dimakan dan aroma kayu manis yang menggoda. Jadi kuputuskan membuat ontbijtkoek. Ini adalah kali pertama aku mencoba memakan dan membuat kue ini. Katanya kue ini adalah khas negeri Belanda. Kue ini kaya akan wangi rempah rempah.

Bahan Yang digunakan :

125 gr gula palem/gula merah
5 kuning telur
3 putih telur

campur rata :
125 gr tepung terigu
1 sdt kayu manis bubuk
½ sdt pala bubuk
¼ sdt cengkeh bubuk, aku skip bahan ini karena ga punya. Aku malah menambahkan sedikit rhum dalam adonan.

Kacang kenari / almond secukupnya untuk taburan diatas kue.

CARA MEMBUAT :

1. Kocok kuning telur,  putih telur, gula palem sampai kental dan mengembang.
Gambar adonan telur dan gula yang sudah dikocok seperti di gambar yang kiri.

2. Masukkan campuran tepung ke dalam kocokan telur, aduk rata. Sebelum proses berakhir aku tambah skitar 1 sdt rhum, biar wangi.. 🙂

3. Tuang adonan ke dalam loyang loaf / loyang lain yang sudah dioles mentega dan dialas dengan kertas roti.

4, Panggang kurang lebih 20 menit (setengah matang).

5. Taburi irisan kenari. Panggang kembali sampai matang.
Berdasarkan resep dari cakefever.com so aku menabur kacang sebelum dipanggang, jadinya tidak usah 2x proses.

6. Proses memanggang memakan waktu 30 menit sampai kue matang.

Hasil ontbijtkoek di loyang kecil sangat cantik dan bagus, tapi yang di loyang oval malah agak berantakan. Saat cake masih panas, aku sudah mencoba mengeluarkan cake ini… walah yang ada malah jadi berantakannnnn… Grrrr…… karena gak sabaran hasilnya ga maksimal deh… Saat kue dipotong, walah susah banget.. seret banget jadinya, makin berantakan euyyy. Masih enakan motong chiffon deh hehehe….

hihihi masih ada sisa kertas minyak tertinggal dan belum disobek… heheheh… onbijtkoek ku kacau seperti kapal pecah neih.. sayang banget deh. Untuk rasa sih aku cukup menyukainya, tapi sayang agak kering saja.

Lihatlah permukaan kue yang kubuat.. berantakan dan banyak banget rongganya dan rapuh banget. Tapi sih untungnya cake ini tetap terasa lembut dan tidak bantet.. ah senangnya. Ya namanya percobaan pertama, jadi kalau masih gagal ya maklum ya lahhhhh… Oh ya pada topping aku gunakan kacang almond. Tapi menurutku lebih enak tanpa kacang almond sih, aku kurang menyukai rasa kacangnya. Lebih enak dimakan tanpa kacang, menurutku lohhh….

Ke depannya aku ingin mencoba membuat ontbijtkoek kembali, namun mungkin jika diberi sedikit mentega atau minyak goreng hasilnya akan lebih sempurna. Tidak perlu banyak mentega, asalkan tidak terlalu kering saja sih sudah cukup.

Happy Baking..
Aja aja fighting
God love you