Archive | 1:09 pm

Ontbijtkoek

1 Oct

Saat pertama kali memutuskan membuat ontbijtkoek, aku sudah sedikit ada bayangan bagaimana rasanya kue ini. Berdasarkan info yang kudapat permukaan kue ini agak kering kerontang namun kebayang sih enaknya rasa gula merah yang lumer dimulut saat dimakan dan aroma kayu manis yang menggoda. Jadi kuputuskan membuat ontbijtkoek. Ini adalah kali pertama aku mencoba memakan dan membuat kue ini. Katanya kue ini adalah khas negeri Belanda. Kue ini kaya akan wangi rempah rempah.

Bahan Yang digunakan :

125 gr gula palem/gula merah
5 kuning telur
3 putih telur

campur rata :
125 gr tepung terigu
1 sdt kayu manis bubuk
ยฝ sdt pala bubuk
ยผ sdt cengkeh bubuk, aku skip bahan ini karena ga punya. Aku malah menambahkan sedikit rhum dalam adonan.

Kacang kenari / almond secukupnya untuk taburan diatas kue.

CARA MEMBUAT :

1. Kocok kuning telur,ย  putih telur, gula palem sampai kental dan mengembang.
Gambar adonan telur dan gula yang sudah dikocok seperti di gambar yang kiri.

2. Masukkan campuran tepung ke dalam kocokan telur, aduk rata. Sebelum proses berakhir aku tambah skitar 1 sdt rhum, biar wangi.. ๐Ÿ™‚

3. Tuang adonan ke dalam loyang loaf / loyang lain yang sudah dioles mentega dan dialas dengan kertas roti.

4, Panggang kurang lebih 20 menit (setengah matang).

5. Taburi irisan kenari. Panggang kembali sampai matang.
Berdasarkan resep dari cakefever.com so aku menabur kacang sebelum dipanggang, jadinya tidak usah 2x proses.

6. Proses memanggang memakan waktu 30 menit sampai kue matang.

Hasil ontbijtkoek di loyang kecil sangat cantik dan bagus, tapi yang di loyang oval malah agak berantakan. Saat cake masih panas, aku sudah mencoba mengeluarkan cake ini… walah yang ada malah jadi berantakannnnn… Grrrr…… karena gak sabaran hasilnya ga maksimal deh… Saat kue dipotong, walah susah banget.. seret banget jadinya, makin berantakan euyyy. Masih enakan motong chiffon deh hehehe….

hihihi masih ada sisa kertas minyak tertinggal dan belum disobek… heheheh… onbijtkoek ku kacau seperti kapal pecah neih.. sayang banget deh. Untuk rasa sih aku cukup menyukainya, tapi sayang agak kering saja.

Lihatlah permukaan kue yang kubuat.. berantakan dan banyak banget rongganya dan rapuh banget. Tapi sih untungnya cake ini tetap terasa lembut dan tidak bantet.. ah senangnya. Ya namanya percobaan pertama, jadi kalau masih gagal ya maklum ya lahhhhh… Oh ya pada topping aku gunakan kacang almond. Tapi menurutku lebih enak tanpa kacang almond sih, aku kurang menyukai rasa kacangnya. Lebih enak dimakan tanpa kacang, menurutku lohhh….

Ke depannya aku ingin mencoba membuat ontbijtkoek kembali, namun mungkin jika diberi sedikit mentega atau minyak goreng hasilnya akan lebih sempurna. Tidak perlu banyak mentega, asalkan tidak terlalu kering saja sih sudah cukup.

Happy Baking..
Aja aja fighting
God love you

Klappertaart 2

1 Oct

Minggu 30 September kemarin, di salah satu rumah kerabat ada acara kumpul kumpul keluarga dikarenakan sedang adanya Pho-pho yang lagi berkunjung dari Bangka ke Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut aku membuat beberapa macam kue, yaitu Ontbijtkoek, chiffon keju, egg muffin dan klappertaart. Ya hasilnya lumayan banyak, tapi rasanya agak kurang memuaskan dikarenakan rasanya tidak sesuai dengan yang kuharapkan.

Untuk ontbijtkoek nya terlalu kering (ya memang aslinya kering juga sih karena gak pake minyak / mentega). Saat dikeluarkan dari loyang, terlihat sekali kalo cake nya keriiiiiing banget dan pas dipotong jadi berantakan. walahhhhh… kayak kapal pecah…

Untuk chiffon keju, rasanya kurang ngeju dan tidak terlalu manis. Dalam resep sudah kutambahkan keju supaya lebih berasa, tapi yang ada jadinya agak sedikit menumpuk kejunya, atau kurang hancur kali ya kejunya saat di proses. Aku lebih suka cheddar cheese cake dibandingkan chiffon keju.

Untuk egg muffin, adonan kubuat terlalu encer, saat dimasukan telur 1 buah, yang ada malah adonan nyatu dengan telurnya. Alhsil ga sempurna deh… huhuhu…. sedih… giliran buat makan sendiri malah hasilnya cukup memuaskan, eh pas buat kasih sodara pas acara keluarga malah gagal deh… hiiiikkzzzzz ๐Ÿ˜ฆ

Eh tapi ada 1 kue yang kelupaan disajikan, karena aku taruh dalam kulkas, yaitu klappertaart. Sebenarnya klappertaart ini juga ga 100% berhasil, karena adonannya kurang lembut dikarenakan dipanggang kelewat lama kali ya? Tapi sih aku sesuaikan dengan resepnya sih. Ak panggang 20 menit sesuai resep yang kudapat, lalu tambah 10 menitan untuk lapisan atas putih telurnya. Tapi walaupun terbilang sedikit kurang sukses, aku senang juga saat dapat BBM dari Tanteku.
(Oh ya nama asliku Agustin, hehehe makanya di BBM dipanggilnya “Tin” and nama Shin Hyo Ae ini hanya digunakan dalam blog saja..) hehehe…. ๐Ÿ˜›

Oh ya kue yang dimaksud standard diatas adalah ontbijtkoek, egg muffin dan chiffon keju. Tapi standard bukan berarti tidak enak loh… ๐Ÿ˜› heheheh… berarti rasanya seperti yang dijual di toko toko or jalan jalan kali ya… masih kelas pinggir jalan hahaha.. Jangan jangan klappertaart nya dibilang enak karena si Tante and anak anak ga pernah makan klappertaart sebelumnya hehehe… (Sebenarnya aku juga belum pernah beli klappertaart sieh, aku mencoba kue ini pertama kali di rumah saudaraku). Ada aja alasan ngeleeeeees nya…

Klappertaart ini sudah pernah ku share resepnya sebelumnya. Silahkan dilihat2 saja ya. Sekarang yang ingin kubahas adalah beberapa proses pembuatan kue ini.

Adonan yang kubuat tidak terlalu kental banget, supaya saat di panggang adonan tidak menjadi terlalu keras. So segini saja kekentalan klappertaart yang kubuat kali ini.

Setelah adonan jadi, masukan ke wadah alumunium, atau loyang kecil atau mau menggunakan wadah lain yang bisa digunakan di oven juga bisa. Oh ya untuk resep 1/2 klappertaart ini aku menggunakan 3 kelapa muda, soalnya saat membeli kelapa malah dikasih yang gak berisi. JAdinya ya biar kepalanya agak banyak aku pakai 3 buah kelapa.

Setelah itu adonan yang telah siap, aku panggang selama 15 – 20 menit. Sambil menunggu adonan di panggang, aku membuat adonan putih telur. Aku menggunakan 3 putih telur sebagai topping.ย  Putih telur ditambahkan gula juga ya skitar 2 – 3 sdt. Lalu saat adonan yang telah dipanggang aku keluarkan, aku dinginkan sekitar 5 menit baru kumasukan putih telurnya.

Setelah putih telur ditaruh dalam wadah mencover adonan pertama. Beri kayu manis bubuk diatasnya dan beri kismis juga. Aku taburi 1 loyang dengan 4 – 5 kismis saja.

Panggang kembali adonan sampai atasnya berwarna coklat dan matang. Kalau aku panggangnya sekitar 10 menitan. Lalu setelah matang, aku dinginkan klappertart di suhu ruangan dan setelah agak dingin baru kusimpan di kulkas.

Oh ya mohon maaf nieh, aku kelupaan memfoto hasil akhir klappertaart kali ini.. tapi hasilnya sama dengan yang pertama kali kubuat kok. Senang deh bisa membuat klappertaart, selain ga terlalu sulit, rasanya uenak. Aku sih suka kue ini, manisnya pas karena sudah kukurangi gulanya sedikit, wangi rhum nya mantap, rasa kelapa dan kismis-nya makin menambah selera dan campuran susu dan 3 tepung membuat rasanya semakin kaya, lalu ditambah kayu manis, wah mantap sudah…
jadi makin cinta dengan negeriku Indonesia yang kaya akan berbagai macam masakan… i love klappertaart

Happy Baking
God bless you
Aja aja Fighting … !!

Green Tea Bolu / Matcha bolu

1 Oct

Membuat bolu matcha dengan resep yang kugunakan sama dengan resep rainbow cake yang pernah kubuat, namun kuberikan green tea bubuk sebagai bahan dasar utama rasa bolu kali ini. Resepnya sih sama aja, hanya ada tambahan matcha bubuk. Hasil cake seperti biasa, hasilnya tetap lembut. Sekarang aku sudah lumayan berhasil membuat cake bebas dari bantet… yeaaaayyy ๐Ÿ™‚

Warnanya kurang bagus, aga hijau pucat. Jika diberi pewarna hijau pastinya akan lebih cantik deh, tapi sayang aku ga punya warna hijau, jadinya ya sudah deh yang natural saja…

Aroma green tea yang kubuat kurang berasa, aku pakai skitar 2 sdt untuk 1 adonan loyang chiffon diameter 20 cm. Atau lebih tepatnya aku membuat 1/3 resep. Matcha nya aku seduh dengan sedikit air hangat terlebih dahulu. Aku gak berani menggunakan terlalu banyak matcha karena takut nantinya jadi pahit.

Dibandingkan dengan banana chiffon dan cheese cake, jujur saja matcha cake ini menjadi pilihan terakhirku. Dikarenakan lidah yang belum bersosialisai dengan sempurna dengan rasa matcha dan aku lebih menyukai green tea celup Tong Tji, maka matcha masih sediiiikit asing di lidah hahhaa…. Tapi kalau green tea starbuck sih sukaa….. ๐Ÿ™‚

Cake ini jika dipadukan dengan mouse untuk tiramisu, hmmm… pasti rasanya akan berbeda. Aku suka dengan rasa green Tearamisu yang kubuat. Cuma sayang mascarpone cheese mahal dan proses pembuatan tiramisu cukup memakan waktu, jadinya agak malas sieh membuatnya hehee…. Tapi kepingin sieh membuat green tearamisu lagi, kebayang rasa mouse tiramisu yang dingin, nikmat, lembut, ngeju, aroma tiramisu yang menggoda… Hmmm… lidah melet-melet deh kalo ngebayanginnya,…

Ahhh besok-besok aja deh buatnya lagi… sekarang saatnya kita mempelajari pembuatan kue yang lain lagi. Namanya juga masih belajar dan berusaha, jadi masih membutuhkan usaha keras untuk proses pembelajaran ini…

Yaaa aja aja fighting….

God bless you
Happy Baking.. !!

Manggo Chiffon

1 Oct

ย ์•ˆ๋…•ํ•˜์„ธ์š” chingudeulโ€ฆ

Setelah lumayan sukses bereksperimen dengan Banana Chiffon, kali ini aku mencoba membuat manggo chiffon. Aku menggunakan resep yang sama dengan banana chiffon, perbedaannya hanya pada penggunaan buahnya. Untuk 1 resep chiffon tersebut aku menggunakan 1/2 mangga (kalo ga salah nama mangganya mangga harum manis hehehe… aku kurang mengetahui jenisnya, tapi kalo musim mangga biasa mangga itu yang dijual di jalan-jalan). Oh ya jangan lupa cicipi mangganya, pilih yang manis ya. Mangga-nya ku blender dulu dan beri sedikit air/ skitar 25 – 30 ml. Selebihnya, prosesnya sama dengan pembuatan banana chiffon ya..

Aku tidak share resepnya dikarenakan chiffon ini masih belum memberikan hasil yang maksimal seperti yang kuinginkan.

Chiffonnya sih jadinya lembut, tapi dikarenakan penggunaan mangga yang berlebih, jadinya cake menjadi basah, kelihatan seperti kurang matang. Tapi sebenarnya sih cakenya matang kok, hanya agak basah saja.

Cake diatas agak kurang mengembang. Dikarenakan banyaknya adonan yang kubuat, jadinya loyang chiffonku tidak cukup menampung seluruh adonan, dan terpaksa kubagi menjadi 2x panggang, alhasil loyang kedua di panggangan kurang mengembang. Agak mandek sedikit saja.

Ini beberapa bagian yang tidak sempurna. Dikarenakan masih terlalu basah, aku potong chiffon-nya dan kupanggang kembali selama 15 menitan. Tapi cake tetap terlihat berbeda di beberapa bagian. Permukaannya sih lebih kering, tapi jadinya malah garing cakenya setelah dikeluarkan dari oven. Setelah kelamaan sieh garingnya hilang, tapi cake tidak selembut banana chiffon yang kubuat. Tapi saat dimakan, tidak ada kesan cake tidak matang. Ya iya lah uda over cooked cakenya hehehe ๐Ÿ˜›

Saat manggo chiffon dan banana chiffon kubawa saat pulang ke rumah orang tuaku, Mama ku lebih menyukai manggo chiffon, tapi aku sendiri lebih suka banana chiffon, rasanya lebih enak dan berasa pisangnya. Mayoritas menyukai banana chiffon, hanya Mama saja yang lebih menyukai manggo chiffon hehhee… Baguslah jadinya kue nya tidak mubajir deh…

Ternyata bereksperimen dengan rasa buah yang lain memang tidak semudah yang kita sangka. Lain kali aku ingin mencoba kembali membuat manggo chiffon dengan hasil yang lebih baik. Bagaimana dengan chiffon semangka? hehehe… apa jadinya isi semangkanya air semua hahaha… ย Tapi penasaran sih ingin mencoba resep dengan buah-buahan lainnya…

Happy Baking..
Aja aja fighting
God love you