Pilkada 20 September 2012

26 Sep

Sebenarnya pembahasan mengenai pilkada pemilihan gubernur dan calon wakil gubernur ini sudah mau kuulas sejak minggu lalu, tapi ya karena belum sempat mindahin foto dari HP ke komputer, jadinya baru sempat today deh hehehe…
Alasan aku mengulas topik pilkada ini bukan karena aku suka dengan dunia politik, tapi ternyata oh ternyataaaa… Pak Basuki or Ahok merupakan tetangga kami di Muara Karang, tapi baru kami ketahui sejak pilkada putaran 1.. Nah lohhh da lama tetanggaan tapi kok baru tau ya? Kalau aku sih baru pindah ke MK tahun 2010 akhir, jadi wajar ga tau, nah tapi keluargaku yang sudah berpuluh2an tahun tinggal disana kok baru tau sieh… hahahaha

Hmm sebenarnya aku sendiri gak nyoblos sih sewaktu pemilihan, aku hanya mendukung dalam doa saja. KTP ku sudah DKI Jakarta, tapi entah kenapa ya namaku tidak tercantum dalam kartu pemilih… Huuuu sedih.. walau 1 suara kan berguna juga, dan ditambah kakak iparku malah golput. Aku mau pakai dia punya kartu pemilih tapi takut nanti kena sanksi.. so yaaa aku dukung dalam doa saja.

Begitulah suasana di TPS, ada wartawan, ada polisi dan sebelah kanan ada reporter dari metro TV yang sedang meliput pemilihan yang sedang berlangsung. (Yang reporter tidak kefoto, soalnya ada di sisi yang berbeda).
Foto yang atas, ada pria pake jaket hitam, itu suamiku abis slesai memberikan suara. Saat itu kira kira pukul 08.00am. Nah tapi sayangnya kami gak bertemu dengan Pak Ahok yang katanya bakalan nyoblos ditempat yang sama.

Suami tadinya uda mau berangkat kerja, tapi aku minta dia nungguin Ko Ahok nyoblos yukkk… tapi kita ga tau jam berapa. Masa kita mau nungguin TPS sampe jam 1 siang? hahahah….
Sambil nunggu waktu, ya kami pulang saja sambil menonton berita. Biasanya kami jarang menonton TV one atau metro TV, tapi sepanjang pilkada kemarin, hampir seharian kami ga berganti dari 2 chaenal tersebut.
Selama nunggu eh dapat kabar kalau ko Ahok akan menyoblos pukul 08.30 pagi, dan aku bujuk suami untuk balik ke TPS yang jaraknya palingan hanya 15 meter saja dari rumah. Akhirnya beliau setuju sieh… yeaaaay

8.35 kami berangkat lagi ke TPS tapi ternyata masih belum datang juga Ko Ahok nya. Kami menanyakan ke security dan katanya beliau sedang OTW ke TPS. Ya sambil membunuh waktu kami iseng aja ah muter ke blok sebelah, sekalian mau cari rumah ko Ahok (iseng2). Eh ga disangka-sangka, di belokan kami berpapasan dengan wartawan dan juga tim sukses JB.. wahhh malu dehhh hehehe….

Akhirnya kami menunggu dibelakang sampai rombongan wartawan dan tim sukses lewat, lalu kami ikut dalam arakan dari belakang hehehe…. katrok mode on. Gak apalah hehehe cuek aja… (foto bisa dilihat diatas).

Sampe di lokasi, wah langsung wartawan lainnya ikut mengerubuti dan warga juga ga mau kalah untuk bisa menyalami dan minta foto dengan Ko Ahok. Aku malah foto dari luar lokasi, sedangkan suamiku yang tadinya kesannya ga minat eh malah masuk duluan ke dalam untuk foto-foto… lah yg niat kan istrinya, kenapa skarang jadi suamiku yang antusias banget..
*Memalukan suamiku… hihihii….*

wahh ternyata yang katrok bukan cuma aku.. ternyata banyak juga warga yang ikutan foto. Aku ke lokasi cuma pake kaus oblong, celana hawai + sandal jepit… OMG.. ketemu pejabat tapi pake baju begitu, mana muka juga masih polos hahaha….

Saat tiba ternyata ada seorang kakek yang duduk di kursi roda (mungkin habis nyoblos kali ya…). Melihat kakek tersebut, Ko Ahok langsung menyapa dan menyalami kakek tersebut. Ya cuma sayang si kakek ketutup mukanya sama rambut siapa ga jelas hehehe…

Ko Ahok ngobrol-ngobrol dikit dengan warga, ya beramah tamah. Beliau selalu senyum, ramah sekali dan terlihat bersahabat, makanya dia awet muda hehhee… oh ya istrinya juga cantik, putih dan masih muda juga.

Oh ya ini sedikit informasi mengenai Ko Ahok / Pak Basuki. Aku kutip langsung dari blog beliau.
(Lengkapnya bisa dilihat di ahok.org ya)

Sebagai pengusaha di tahun 1995 ia mengalami sendiri pahitnya berhadapan
dengan  politik dan birokrasi yang korup.
Pabriknya ditutup karena ia melawan kesewenang-wenangan pejabat.
Sempat terpikir olehnya untuk hijrah dari Indonesia
ke luar negeri (Canada), tetapi keinginan itu ditolak oleh sang ayah yang
mengatakan bahwa satu hari rakyat akan memilih Ahok
untuk memperjuangkan nasib mereka.
 
Dikenal sebagai keluarga yang dermawan di kampungnya, sang ayah yang
dikenal dengan nama Kim Nam, memberikan ilustrasi kepada Ahok.
Jika seseorang ingin membagikan uang 1 milyar kepada rakyat masing-masing
500 ribu rupiah, ini hanya akan cukup dibagi untuk  2000 orang.
Tetapi jika uang tersebut digunakan untuk berpolitik, bayangkan jumlah uang
di APBD yang bisa dikuasai untuk kepentingan rakyat. APBD kabupaten
Belitung Timur saja mencapai 200 milyar di tahun 2005.
 
Bermodal keyakinan bahwa orang miskin jangan lawan orang kaya dan
orang kaya jangan lawan pejabat (Kong Hu Cu),
keinginan untuk membantu rakyat kecil di kampungnya, dan juga kefrustasian
yang mendalam terhadap kesemena-menaan pejabat yang ia alami sendiri,
Ahok memutuskan untuk masuk ke politik di tahun 2003.

Wah salut banget melihat keinginan beliau untuk menjabat bukan hanya untuk mencari keuntungan pribadi, tapi lebih untuk kepentingan rakyat. Darimana lagi nih kita bisa nemuin sosok yang model begitu?
Beliau sudah memberikan banyak andil dalam pembangunan di Belitung timur, sudah habis uang juga untuk bantu rakyat kecil. Keluarga beliau juga punya andil dalam pembangunan mesjid di Belitung dan dalam masa jabatannya sebagai Bupati, malah Ko Ahok ini sudah mengirim 100 ustad untuk bisa naik Haji, tapi kok heran ya masih ada aja yang menolak beliau hanya karena perbedaan ras, suku dan agama. Sangat disayangkan deh… Padahal kan kinerja beliau sudah dinilai baik oleh banyak pihak.

Kutipan 2 dari ahok.org :

Kenapa harus takut mati melawan korupsi, lha hidup ini kan cuma sekali. Kalimat inilah yang selalu diucapkan seorang Ahok ketika harus berhadapan dengan teror yang mengancamnya. Ahok memang tak pernah mengenal takut apalagi itu untuk kemajuan bangsa ini. Ia berani melawan arus, meskipun harus dibenci oleh sejumlah kalangan, namun yang pasti itu bukan masyarakat (rakyat Belitung Timur yang mendukungnya). Ahok mengemukakan upayanya untuk menjalankan pemerintah yang bersih saat masih menjabat Bupati Belitung Timur tidaklah gampang, karena harus melawan arus terhadap berbagai hal yang kurang baik dan sudah berjalan sejak lama.

Wooww… lawan korupsi… Andaikan negara ini pejabatnya tidak pada korupsi, pastinya negara indonesia ini akan menjadi negara yang sangat maju. Tapi sayang moral pejabat kebanyak menjabat hanya untuk memperkaya diri sendiri. Kita bakalan butuh Jokowi Jokowi dan Ahok Ahok lainnya untuk bisa membenahi Negeri ini. Semangat untuk melawan korupsi ini harus terus ditingkatkan dan ditegakkan… hihihi sok berpolitik neh… ^_^

Nah terakhir,..
Akhirnya aku dan suami kesampean juga foto bersama Ko Ahok, pak Wakil Gubernur.. (Ko Ahok,, terus tebar senyum ya,,….)
Btw maaf fotonya kecil aja ya, soalnya malu muka masih kucel dan ancur banget hehehhe…
Walau belum ada keputusan tetap, tapi berdasarkan quick count kemungkinan besar Pak Jokowi Ahok lah yang nantinya akan melengserkan posisi foke yang sudah selesai masa jabatannya….

Senang sekali melihat pasangan Pak Jokowi Ahok bisa terpilih menjadi pemimpin kota Jakarta. Kami berharap smoga dengan kepemimpinan dynamic duo ini akan memberikan perubahan buat kota Jakarta. Damai Jakarta, damai bangsaku.. God bless you Pak Jokowi Ahok dan kita dukung selalu dalam doa smoga kalian bisa menjadi pemimpin yang berhasil membawa perubahan. Amin.

Oh ya ada kabar sedih juga yang aku baca, hikkk…zzzz…. pada desember nanti, katanya Ko Ahok n Fam akan pindah ke daerah Pantai Mutiara. Rumah tersebut sudah mereka bangun sejak 1.5 tahun yang lalu. Rumah tersebut lebih besar dari yang di MK dan lantai bawah rumah di PM bisa dipakai untuk menerima warga yang ingin berkeluh kesah atau bertamu. Dan untuk lantai 2 digunakan untuk keluarga mereka.. Yaa walau sedih gak jadi tetangga lagi, ya sudah lah, itu pastinya yang terbaik buat mereka, selamat berjuang ya Pak Ahok ….

Oh Ya… aku bukan tim sukses loh ya, dibayar juga engga… aku warga biasa yang  kagum saja bahwa dijaman seperti ini masih ada sosok Jokowi dan Ahok yang mau berjuang buat rakyat.. Jadi ga ada salahnya dong kita bentu promosi kedua pemimpin yang bermutu ini.

Aja aja fighting
Be happy and keep smiling…
God love you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: