Banana Chiffon Cake versi 2

22 Sep

Hi……. 안녕하세요 chingudeul…

Kali ini aku membuat Banana chiffon cake dengan versi ke- 2. Resepnya sih sama aja dengan yang kemarin aku buat, yang membedakan hanyalah pada penggunaan gulanya. Kali ini aku menggunakan perpaduan antara gula pasir dan palm sugar / gula aren.  Warna yang dihasilkan juga cukup berbeda dibandingkan menggunakan menggunakan gula putih saja.

Oh ya kali ini aku juga menggunakan 2 pisang. Kalau kemarin, aku hanya pakai 1.5 pisang saja. Yang ini lebih berasa pisangnya dibandingkan yang kemarin kubuat.

Berikut Bahan yang digunakan:

* 2 buah pisang ambon, yang sudah matang.

* 6 putih telur

* 4 kuning telur

* 175 Gram gula (aku pakai 120 gr gula putih + 65 Gram palm sugar). Menurutku palm sugar tidak semanis gula putih, jadi aku tambahkan sedikit takarannya supaya bisa menghasilkan kue yang lebih enak. Tapi ya jika tidak suka yang terlalu manis, kurangi saja jumlah gula sesuai dengan selera yang diinginkan.

* 70 CC minyak (Kali ini aku menggunakan canola oil)

* 25 cc air matang

* sejumput garam (aku kelupaan menaruh garam, untungnya tidak banyak pengaruh).

* 2 Sdt backing powder (aku pakai 1 sdt backing powder + 1/2 sdt pengembang kue)

* 140 Gr terigu

* Vanilla oil (aku pakai vanilla essence)

Cara membuat bisa dilihat pada :
https://shinhyoaeippeo.wordpress.com/2012/09/20/banana-chiffon-cake/

Pada kesempatan kali ini aku lebih ingin membahas mengenai proses pembuatan kue-nya. Ada beberapa urutan yang salah dalam pembuatan chiffon kali ini. Telur seharusnya dimasukan pada urutan kedua, namun malah kuletakan di akhir sebelum memasukan terigu … OMG…😦 hehehe untungnya sih cake tetap mengembang dengan baik… senangnya…

Gambar diatas merupakan hasil perpaduan pisang dan palm sugar yang sudah kuaduk + sudah dimasukan minyak dan air juga.

Inilah putih telur yang disebut soft peak. Permukaan putih telur sudah kaku dan jika wadah dibalik, adonan tidak akan terjatuh atau menetes. Dalam pengocokan putih telur ini aku menggunakan sedikit cream tar-tar supaya hasilnya lebih bagus.

Dalam mengocok putih telur, pertama-tama jangan masukan gula dahulu. Kalau aku sih, masukan gula saat telur putih sudah sedikit berbusa, maka gula sedikit demi sedikit baru akan kumasukan sampai habis.

Hasil akhir adonan setelah kumasukan telur dan terigu. Adonan agak kental dan berwarna coklat karena adanya gula aren dan juga pisang yang sudah dihancurkan lama-lama akan berwarna agak kecoklatan. Pencampuran bahan diatas tidak perlu menggunakan mixer, cukup menggunakan whisk saja. Saat memasukan terigu, baru aku ganti dengan spatula. Proses pencampuran bahan harus sempurna ya, jangan sampai ada yang tidak merata.

Ini adalah hasil adonan yang sudah siap di panggang. Warnanya tidak secoklat adonan diatas dikarenakan adonan ini sudah dicampur dengan putih telur. Adonannya pun kekentalannya berkurang setelah dicampur putih telur.

Wahhh lagi-lagi chiffonku berantakan saat dikeluarkan dari wadahnya. Aku tidak punya loyang chiffon yang bisa dicopot. Aku masih menggunakan loyang chiffon model yang lama. Saat chiffon dikeluarkan, ada aja yang somplak. Oh ya proses kali ini juga lebih banyak retak dibagian atas saat dimatangkan. Kue juga sangat mengembang tinggi hampir menyentuh atap oven yang kugunakan… walahhhh…..

Berikut perbedaan banana chiffon dengan menggunakan gula putih dan chiffon yang menggunakan perpaduan gula pasir dan gula aren. Chiffon dengan gula putih warnanya lebih pucat. Aku lebih suka yang menggunakan gula aren, wanginya lebih enak dan rasanya juga lebih enak.

Oh ya dikarenakan adonan yang kubuat menghasilkan 2 loyang, maka pada loyang ke 2 yang sedang dalam antrian di panggang, pisangnya sepertinya turun ke permukaan bawah. Jadinya pada bagian bawah ada kesan tidak matang dikarenakan warna adonan yang berbeda dan terlihat basah. Namun saat dimakan, semua bagian terasa matang sempurna. Menurut dugaanku dan mertuaku sih itu adalah pisang yang turun ke bawah saat didiamkan.

Saat chiffon kukeluarkan dari loyang, chiffon langsung di comot sama aku, suami dan Papa mertua hehehe… senangnya. Setiap orang minimal nyomot 2 potong kue… wahhh senangnya kuenya disukai. Papa mertuaku bilang lebih banyak pisang lebih enak. Tapi aku tidak berani mencoba menggunakan pisang jauh lebih dari apa yang dianjurkan dalam resep. Aku takut nantinya akan bantet hasilnya, kan sayang usaha jadi sia-sia. Aku sih masih dalam proses belajar, belum mengetahui banyak teori-teori. Tapi yang pasti aku suka belajar sesuatu yang baru.

Hmm… gimana badan ga makin bengkak? Tiap kali bikin kue dan makan sendiri hahaha… Aku sih suka mencoba-coba mengenal rasa kue yang sudah kubuat. Tapi untuk menganalisa rasa kue yang sudah kubuat, aku harus berkali kali mencoba kuenya, yang akhirnya malah jadi makan, makan dan makannnnn lagi.. Ahhh.. inilah perjuangan untuk menguasai bidang per”Baking”an ini hehehe….

Happy baking
God Love you
Aja aja fighting !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: