Archive | 2:15 pm

Dragon Head Rock

17 Apr

Dragon Head Rock merupakan tempat wisata yang kami kunjungi di hari pertama. Sesaat tiba disana, yang banyak kelihatan adalah bebatuan disepanjang pinggir pantainya. Daerahnya sedikit gersang, karena saat kami kesana rumputnya sudah kering kerontang. Tanpa menunggu waktu lama kami juga mencoba turun untuk melihat batu kepala naga dari dekat.

Ya jika diperhatikan ada sedikit menyerupai kepala Naga ya.. Tapi tidak mirip-mirip banget sieh…

Jika dilihat dari daerah tempat aku berdiri sih kelihatan lumayan bagus lautnya, tapi masih kalah bagus dengan Bangka πŸ™‚

Untuk turun ke bawah, tidak terlalu banyak tangga yang harus dilalui.

Jika dilihat dari jauh, tidak terlalu mirip kepala naga ya,….. πŸ˜›

Berfoto di dekat patung yang menutup jalanan…

Ini merupakan patung khas Jeju Island. Orang Korea percaya jika yang memegang hidung patung ini nantinya akan diberikan anak laki-laki. Aku juga pernah nonton adegan nenek-nenek yang mengais hidung patung supaya dia mendapatkan cucu laki-laki.

Setelah puas menikmati pemandangan dibawah, kami mencicipi jajanan disana. Kami hanya membeli Sosis dan minuman saja. Disana juga ada menjual jeruk, namun rasaya asam sekali kata guide setempat. Orang Korea menyukai makanan asam. Oh ya disana juga menjual coklat dengan rasa buah-buahan. Harganya 10.000 won dan juga ada menjual berbagai souvenir. Sayang aku tidak terpikir untuk membeli patung kecil khas jeju island. Stelah pulang baru terpikirkan untuk membelinya sebagai kenangan 😦

 

Seorak San (Gunung Seorak)

17 Apr

Seorak san juga salah satu tempat yang berkesan yang aku kunjungi selama beberapa hari di Korea (mungkin berkesan karena aku bisa melihat salju disana). Aku tidak menyangka kalau hari akan sedingin itu, aku tidak memiliki banyak persiapan selama disana. aku meninggalkan sarung tanganku didalam koper dan gak mungkin diobok-obok selama dalam perjalanan. Aku juga membawa syal yang sangat tipis sekali, dan jaket yang kukenakan saat itu juga agak sempit, aku malas mengancingnya. Jadi selama di Seorak san, aku harus menahan dingin… brrrr……

Saat turun bus kami melihat ada yang menjual topi dan sarung tangan, lalu mampirlah aku membeli sarung tangan dengan harga 6000Won atau seharga 50.000an… wah mahal juga ya, padahal aku suka beli sarung tangan harga 10.000-15.000 saja hehehe, kualitaspun tak jauh berbeda. hahahha

Sepanjang perjalanan selama 3 jam menuju ke Gunung Seorak, kami banyak melihat salju yang masih belum mencair. Dan sepanjang perjalanan ada sungai yang tidak putus-putus dan panjangggggg sekali, menurut informasi dari Guide setempat, itu merupakan salah satu sungai terpanjang yang ada di Korea. Selain itu sungainya juga bersih sekali.

Aku suka dengan pemandangan disini, walau hanya berupa ranting-ranting tapi cukup indah. Sebenarnya aku sudah kedinginan, tapi tidak masalah kalau mau foto harus tetap senyum hahaha… Β Aku memakai tank top 3 lapis loh itu + jaket jadi 4 lapis hahaha…. πŸ˜›

Gambar itu merupakan rombongan tur kami, namun sayang ada 4 orang yang tertinggal karena membeli perlengkapan dingin hahaha… mereka sama kurang persiapannya dengan kami, namun karena kami masih muda, kami masih sedikit lebih mampu menahan dingin.

Kami menaiki puncak gunung menggunakan kereta gantung muatan padat (1 kereta bisa diisi 50an 0rang). Wah seram juga ya kalau sampai keretanya jatuh karena berat, apalagi jika yang naik beratnya seperti aku dan suami,…. hehehe

Dari dalam kereta gantung, kami melihat ada kuil dibawah. Setelah di zoom semaksimal mungkin, berikut ini hasilnya. Bagus ya kuilnya. Fotonya seperti lukisan ya, tapi ini asli loh suamiku yang memfotonya.

Lihatlah saljunya masih melapisi daratan. Aku bersyukur masih bisa menyaksikan salju di musim semi. Aku merupakan orang yang tidak tahan dengan hawa dingin, so aku tidak akan pergi berwisata disaat winter. Jadi saat melihat salju, aku sangat senang sekali. Dingin yang seperti itu saja sudah membuat aku tidak tahan, kalau winter wah gak kebayang deh…

Saljunya sudah agak kotor. Andaikan semuanya putih bersih, pasti cantik banget deh….

Setelah turun dari Gunung, kami diajak mengunjungi kuil. Disana ada patung Budha terbesar versi duduknya. Banyak orang yang datang berwisata sambil bersembayang juga. Karena aku tidak beragama Budha ya jadinya aku ambil foto saja disana.

Lotte World (indoor and Outdoor)

17 Apr

LOTTE WORLD INDOOR

Selama 6,5 hari disana, lotte world merupakan salah satu tempat yang banyak menghabiskan waktu. Sebagian waktu sepanjang hari itu habis di lotte world.Wah jadi mubazir juga karena kami ga bisa mencoba permainannya yang serem-serem menurutku dan antriannya juga cukup panjang. Untuk satu wahana bisa antri 40 menit sampai 1 jam lebih. Wah daripada antri, mendingan aku ngiter-ngiter and jalan-jalan deh liat lokasi sekelilingnya. Aku ingin menikmati semua waktu dengan baik selama berada disana.

Setibanya di Lotte World kami harus menunggu Guide kami membelikan tiket untuk kami. Sambil menunggu ya kami menghabiskan waktu untuk berfoto ria. πŸ˜›

Setelah masuk ke dalam, chingudeul bisa melihat aneka warna berpadu, cantik banget. Suasana di Lotte World tidak seramai di Everland, tapi saat siang hari semua wahana cukup padat pengunjung, apalagi wahana yang menegangkan, padat banget.

Bagus juga tempatnya. Banyak juga pasangan muda-mudi yang kesana. Di dalam ruangan ada beberapa permainan yang kami coba, seperti kuda-kudaan, yang naik rata-rata anak-anak hehehe… yang aku berani naik hanya yang seperti itu soalnya dan suamiku dengan rendah hati bersedia menemani aku. Selain itu kami juga mencoba kora-kora, Simbad (Semacam istana boneka), dan mencoba main monorailnya untuk keliling lotte world.

Disana aku tidak mencoba roller coasternya, walau indoor tapi cukup seram juga rutenya. Aku tidak berani mencobanya, kapok dengan T-express yang di everland soalnya hehehe… So lame…

Disana ada juga pertunjukan drama yang rata-rata diperankan oleh Bule. Banyak juga yang nonton, tapi karena ngak ngerti mereka ngomong apa ya malas juga nontonnya hehehe. Aku suka dengan pemandangan didalam, walau bunganya palsu tapi tetap indah.

Di lantai atas, ada beberapa lukisan yang biasa dipakai untuk foto-foto. Wah kalau ada yang jago foto pasti hasilnya bagus banget deh. Aku suka sekali dengan lukisan sayap malaikatnya πŸ™‚

LOTTE WORLD OUTDOOR

Setelah bosan dengan wahana yang didalam, kami menjajaki wahana permainan diluar. Di LW outdoor ini aku bermain wahana yang seperti di dufan dan juga perahu bebek.. kasihan suamiku jadi tidak bisa coba wahana lain karena aku tidak bisa menemaninya.

Suasana siang itu begitu terik tapi tetap adem, aku tidak tahan dengan sinar mataharinya. Mataku kering dan tidak tahan melihat sinar (tapi bukan vampire lohhh). ahahaha….

Aku tidak mengambil banyak foto selama di LW. Aku lebih banyak asik menyaksikan orang-orang yang menikmati permainan yang ada. Β Permainan seperti roller coaster yang di outdoor antri 1 jam lebih, kami malas mencobanya.

Ini merupakan jogging track yang biasa dipakai penduduk sana untuk berolah raga. Letaknya ada diseberang LW outdoor. Sayang bunganya sudah pada gugur, kalau sedang bermekaran, wah pasti cuantik banget…

Kalau ke Korea jangan lupa main-main ke Lotte World ya. Jangan pilih hari sabtu and minggu, karena pastinya akan sangat ramai. Dan jika disaat musim semi juga biasa suka ada school trip, jadi suka ramai oleh anak sekolah.

Dongdaemun market

17 Apr

Sebenarnya mengunjungi pasar Dongdaemun merupakan sebuah aktivitas yang paling ditunggu-tungu setiap wanita. Ini juga merupakan salah satu tempat yang aku tunggu-tunggu πŸ˜›

Tampak depan Dongdaemun / Doota.

Saat dalam perjalanan, Ms. Annie (tour guide local disana) menjelaskan bahwa dia akan membawa rombongan ke Pasar pusat Dongdaemun yang biasa dikenal dengan nama Doota. Alasan beliau memilih tempat Doota dikarenakan disana lebih banyak menjual barang-barang asli Korea. Di toko lain suka ada campuran barang2 made in China.

Gedungnya agak sedikit miring gitu.

Setelah sampai di Dongdaemun, kami dibawa ke toko suvenir yang menjual barang-barang Korea semuanya. Setelah melihat suvenir beraneka ragam, aku lupa mengambil beberapa foto disana 😦 haiiiiizzzz. Ya alhasil aku mencari-cari barang yang sanggup kubeli untuk ole-olenya. Hal pertama yang aku lakukan adalah mencari sendok dan sumpit lucu dan tempat nasi yang biasa dipakai orang Korea untuk makan. Cari sendok dan ole-ole saja sudah memakan waktu lebih dari 30 menit. Dan setelah toko suvenir kami hanya diberikan waktu 1 jam untuk ngiter-ngiter.

Saat ngiter-ngiter, aku mencoba mengintip harga-harga yang ada. Ternyata lumayan mahal-mahal juga. Ada juga yang harga standard namun sayangnya sepanjang ngiter-ngiter sepertinya yang dijual baju pragawati semua (alias untuk yang bertubuh langsing) hahaha.

Tokonya bagus, tidak seperti mangga dua, lebih menyerupai Mall. Tempatnya bagus, bersih, bajunya bagus-bagus dan aku suka sekali mengitari toko-toko yang ada walau hanya untuk window shopping. Pasar ini buka dari pagi sampai larut malam, so chingudeul bisa ngiter-ngiter disana sampai kaki lecet-lecet hahaha

Bajunya kecil-kecil 😦 dan tidak boleh dicoba. Aku banyak melihat coat yang bagus, namun tidak berani bertanya harga, soalnya kalau tidak jadi beli kan susah ngomong alasannya ke yang jual hehehe secara gak ngerti bahasa Korea.

Tempat duduk disaat lelah.

Ups suamiku ikut ke foto deh πŸ˜›

Pengen deh bisa kesana lagi.

ini merupakan ruang istirahat / ruang tungu di toilet. Wah asik bener toilet ada sofanya. keren keren keren…

Keluar dari dongdaemun, aku hanya mendapatkan 1 buah kaus dan 1 rok. Barang-barang disana tidak boleh dicoba, untungnya baju dan roknya muat walau aga sedikit kebesaran kausnya. Sayang sekali kami tidak memiliki banyak waktu, ikut tur agak ribet memang hehehe harus dikejar-kejar waktu. Namun tuor guide kami memberi waktu bebas setelah tiba di Hotel, bagi yang mau kembali ke Doota bisa menggunakan taksi kesana. Kami menginap di Standford Hotel, Seoul. Dari Hotel ke Doota kira-kira harus membayar 300.000 untuk bolak-balik (itu info dari guide nya loh..) mahal juga ya… πŸ™‚

Bagaimana chingudeul, pengen jalan-jalan ke Dongdaemun?